BEM PTM Zona 3 Ingatkan Penyelenggara Pemilu Harus Utamakan Protokol Kesehatan

6

Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (BEM PTM) Zona III, menggelar Diskusi Publik yang bertajuk Urgensi Pilkada Serentak “Pilkada VS Pandemi”, di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (9/11).

Sehubungan dengan ditetapkannya Pilkada Serentak 2020 oleh Pemerintah, melalui DPR, KPU RI, Bawaslu RI serta DKPP, dengan kewajiban untuk mengikuti Protokol Kesehatan yang ketat. Presidium Nasional BEM PTM Zona III, Mujiono Kusnandar mengatakan, pihaknya Mencermati dengan seksama pencegahan penanggulangan dan penyebaran wabah Covid-19 di tanah air.

Berbagai upaya kebijakan pemerintah yang telah ditempuh oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah bersama seluruh masyarakat Indonesia, sampai saat ini belum juga menunjukan tanda-tanda hasil yang maksimal, bahkan di lihat dari beberapa daerah menunjukan semakin meningkat dan meluas penyebarannya.

Dalam pelaksanaan agenda politik pilkada serentak, yang merupakan pesta demokrasi bagi rakyat Indonesia, tentu saja tidak luput dari banyaknya kerumunan massa, baik pada waktu kampanye maupun waktu pemungutan suara sampai dengan tahapan akhir.

Pilkada serentak kali ini akan diikuti oleh 270 daerah, dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. BEM PTM Zona 3 menilai, bahwa banyak negara seperti Amerika Serikat, eropa dan asia seperti Prancis, Korea, dll, telah sukses melaksanakan pemilu dalam masa pandemi, dengan aman dan sehat, karena mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Pilkada serentak pada tanggal 9 desember 2020 mendatang, itu harus tetap dilaksanakan, karena merupakan kebutuhan demokrasi, dimana itu mengakomodir hak konstitusional daripada rakyat, hak memilih dan dipilih, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan , jangan sampai menimbulkan cluster-cluster baru, yang dapat mengganggu kesehatan dari kehidupan demokrasi kita” kata Mujiono Kusnandar, dalam jumpa pers nya.

BEM PTM Zona 3, menyikapi aksi turun kejalan, adalah hal yang biasa dilakukan oleh agent of change, sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah. Namun disisi lain, ketika kami melihat aksi yang baru-baru ini terjadi secara masif diberbagai daerah, cukup memprihatinkan karena berakhir ricuh. Mengakibatkan kerugian dan kerusakan fasilitas umum hampir disemua titik aksi.

“Melarang Kampanye dengan pengarahan dan mobilisasi massa, yang akan digantikan dengan menggunakan kampanye via daring atau virtual, dan kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap berkolaborasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta dalam penanganan covid 19,” pungkasnya.

dalam kesempatan itu, BEM PTM ZONA 3 mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut :

1. Mendukung Pilkada serentak 9 desember 2020 , guna untuk menjaga hak demokrasi Masyarakat demi kemajuan bangsa, dengan syarat :

A. Menjamin diberlakukannya Protokol Covid -19 bagi seluruh petugas Pemilu, Parpol, Pasangan calon dan pemilih di seluruh proses tahapan Pilkada Serentak.

B. Menambah Jumlah dan sebaran lokasi TPS serta memperpanjang Waktu pemungutan suara guna menghindari kerumunan masyarakat didalam antrian pemungutan suara.

C. Melarang Kampanye dengan pengarahan dan mobilisasi massa, yang akan digantikan dengan menggunakan Kampanye Daring Atau Virtual.

D. Menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi seluruh Petugas Penyelenggara Pilkada.

E. Memberikan sanksi berupa diskualifikasi bagi pasangan calon yang terbukti melanggarProtokol Kesehatan.

2. Kami BEM PTM ZONA 3 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap ber-Kolaborasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta dalam penanganan covid 19.

3. Bersama menjaga kualitas proses demokrasi agar tidak diwarnai politik uang, sara, adu domba yang memecah belah bangsa.

4. Menciptakan pemilu yang aman, damai, sehat di tengah pandemic covid-19.