Wow! Ubur-Ubur Sumbawa Laris Manis di Negeri Cina

  • Bagikan

Sumbawa, Infoaktualnews.com

Kekayaan sumber daya alam kelautan dan perikanan yang dimiliki Kabupaten Sumbawa sangat berlimpah, selain potensi ikan, lobster, rumput laut dan garam, juga terdapat ubur-ubur yang sangat terkenal di Mancanegara khususnya di negeri Cina, karena ada belasan pengusaha yang bergerak dalam pengelolaan dan pembelian ubur-ubur ini ternyata sepanjang tahun 2020 telah berhasil melakukan pengiriman eksport ubur-ubur Sumbawa menuju negeri Cina tersebut.

Adapun dengan jumlah produksi mencapai 3.358.875 Kilogram, ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbawa, Ir Dirmawan, MM., dalam keterangan Persnya kepada awak media diruang kerjanya, Senin (4/1).

Ket. Foto: Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbawa, Ir Dirmawan, MM.,(Ist).

Adapun potensi ubur-ubur tersebut paling banyak terdapat dikawasan perairan Teluk Saleh terang Dirmawan akrab pejabat low profil ini disapa, mulai dari perairan Teluk Santong Plampang hingga Pidang Tarano, dengan musim panen terjadi pada bulan September – Desember hingga Januari (musim penghujan) secara alami ubur-ubur tersebut muncul diperairan Teluk Saleh.

Sehingga ada sekitar 12 perusahaan yang bekerjasama dengan warga masyarakat setempat (nelayan) penangkap melakukan pengelolaan dan pembelian, serta tidak kurang 50 – 80 orang masyarakat lokal diluar nelayan penangkap yang diberdayakan dengan mendapatkan penghasilan Rp 4 Juta – Rp 5 Juta perorang setiap bulannya.

Ket.Foto: Sampel Ubur-ubur yang Diekspor ke Negara Cina

Dirmawan juga menjelaskan hasil produksi total yang dihasilkan dari ubur-ubur Sumbawa itu hingga Desember 2020 saja sudah mencapai 3.358.875 Kg yang dikumpulkan oleh 12 pengusaha lokal daerah ini, dimana sebelum diekspor ke Cina melalui Surabaya Jawa Timur. Maka terlebih dahulu ubur-ubur dimaksud dikelola dan dibersihkan untuk selanjutnya dipacking khusus barulah dilakukan pengiriman, sehingga mutu dan kualitas ubur-ubur dari Sumbawa ini mempunyai nilai dan harga yang tinggi karena menjadi makanan konsumsi yang disenangi di Cina, ujarnya.

“Pemanfaatan sumberdaya perikanan perairan pesisir secara berkelanjutan sudah dicanangkan sejak dua dekade yang lalu di Indonesia. Dimana sumberdaya perikanan perairan pesisir menjadi penting dan strategis dalam menjawab kebutuhan protein hewani bagi manusia dalam menghadapi krisis pangan dunia dan sumberdaya ubur-ubur konsumsi (edible jellyfish) adalah salah satu komoditas yang potensial untuk dikelola secara berkelanjutan, seperti yang ada didaerah ini,” kata Dirmawan.(IA-aM*)







  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)