Terkait Bendungan Kerekeh, Komisi III DPRD Sumbawa Temui BWS NT 1 NTB

  • Bagikan

Mataram, InfoaktualNews.com

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Sumbawa melalui Komisi III melakukan kordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait dengan Progres Perencanaan Pembangunan Bendungan Kerekeh yang ada di Desa Kerekeh Kecamatan Uter Iwes Kab. Sumbawa.

Komisi III DPRD Sumbawa yakni Ketua Hamzah Cha Abdullah selaku pimpinan rombongan, Edy Syarifuddin, Ahmad Adam, dan Bunardi (Anggota Komisi) dalam kunjungan kerja ke BWS NT I, Kamis (14/1), turut pula hadir hadir dalam pertemuan tersebut Kasubag  BWS Nusa Tenggara I Bpk. Wayan bersama   kabid perencanaan Ibu Titi.

Kemudian, dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Sumbawa, Hamzah meminta penjelasan perkembangan perencanaan Pembangunan Bendungan Kerekeh, Kami sengaja datang ke BWS NT I untuk mendengarkan langsung progres tahapan perencanaan pembangunan Bendungan Kerekeh. Sehingga dapat mempersiapkan, apa yang musti dipersiapkan oleh Daerah. ungkapnya.

“Kami berharap meskipun dalam masa Pandemi dan keuangan Negara yang tertekan dapat tetap berproses,” kata politisi Gerindra tersebut.

Sementara itu, menyikapi hal tersebut Wayan menyampaikan apresiasinya atas kehadirannya di Kantor BWS NT I NTB, Tentunya dimasa ini kita tetap bekerja dengan menerapkan Protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Disampaikan pula bahwa Readines Criteria Bendungan Kerekeh, bahwasanya kegiatan Survei Potensi Banjir Sedimen dan WadukPengendali atau Retensi Banjir di SWS Rhee telah dilakukan  oleh CV. Emtiga pada tahun 2009. Kemudian dilanjutkan dengan Studi Kelayakan Bendungan Krekeh yang dilaksanakan oleh PT. Daya cipta Dianrencana KSO Wecon pada tahun 2013.

Adapun, Detail Desain Bendungan Krekeh dikerjakan  Oleh PT. Daya cipta dian direncana KSO Wecon pada tahun 2014 dan  belakangan Desain ini mengalami perubahan. tahapan selanjutnya adalah Studi LARAP oleh PT. Daya cipta Dian rencana KSO Wecon yang dilaksanakan pada tahun 2015.

Dan tahapan penting lainnya adalah pekerjaan Studi AMDAL yang dilakukan oleh  PT. Terasis Erojaya Consultant Pada tahun 2019 lalu.

Untuk diperhatikan kembali bahwa sedianya pekerjaan Sertifikasi Bendungan Krekeh oleh  PT. Indra Karya DE-1 pada tahun 2020 lalu tertunda dan hal ini perlu dianggarkan kembali oleh Pemerintah Daerah. Menurutnya, Apabila kegiatan sertifikasi ini selesai maka tahapan berikutnya adalah Pembebasan Lahan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten  Sumbawa diharapkan dapat dilaksanakan pada 2021 ini. sehingga pekerjaan  Konstruksi oleh  BWS NT I dapat dilakukan pada Tahun  2022. Papar Wayan.

Hal senada juga disampaikan Kabid Perencanaan Titi menyatakan terhadap seluruh skenario perencaan tersebut, saya meminta  kejelasan kesiapan  pembebasan lahan yang menjadi  beban kewajiban pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa. Apabila sudah siap diadakan pada 2021 ini, maka anggaran pembangunan konstruksinya siap kita anggarkan pada Tahun 202. terang titi.

Kendati demikian, wayan juga menambahkan bahwa ada beberapa hal penting terkait bendungan kereke tersebut, Lokasi Bendungan Krekeh berjarak kurang lebih 10 Km dari Kota Sumbawa Besar yakni ke arah utara dan secara administrasi berada pada Kabupaten Sumbawa. Waduk Kerekeh yang direncanakan terletak di Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Propinsi NTB dengan koordinat geografis
X=542776.623 dan Y = 9053457.376.

Adapun manfaat Bendungan Kerekeh nantinya antara lain yakni pertama mengairi Areal Irigasi seluas 3.000 Ha, kedua Suplai Air Baku untuk Kota Sumbawa Besar 160 ltr/dtk, ketiga upaya aktif Pengendalian Banjir Kota Sumbawa Besar dan keempat dapat menjadi area pengembangan pariwisata. terangnya.

Lanjut ia menyatakan secara Teknis Bendungan Kerekeh merupakan daerah Pengaliran Sungai dengan Luas DPS : 87,54 km2 dna  Luas Genangan (MAB) : 185 ha, adapun Debit Banjir rancangan kala ulang PMF : 1.503,8 m3/det. Perencanaan  Waduk Kerekeh adalah memiliki Kapasitas Tampungan (bruto) : 36,8 juta m3, Kapasitas Tampungan Efektif : 29,04 juta m3 dan Kapasitas Tampungan Mati : 6,37 juta m3. kata wayan.

Kemudian pada Bendungan Utama Kereke merupakan Type Urugan Zonal dengan inti tegak dengan Tinggi Bendungan  +/-  71,00 m dari dasar pondasi dan Panjang Puncak : 757,50 m. Kemudian lebar puncak  : 12,00 m. dengan  Kemiringan Lereng Hulu ; Hilir : 1 : 3,00 ; 1 : 2,60. Adapun pada bagian Bangunan Pelimpah (Spillway)merupakan Tipe : Overflow
dengan Panjang Total Pelimpah : 442,10 m.

Oleh karena itu, pada proses sertifikasi Bendungan Krekeh menjalani beberapa tahapan yakni tahap Sertifikasi Desain, review yang dilakukan antara lain:
Pekerjaan Investigasi Geologi Tambahan, Update Koefisen Desain Gempa, Update data hujan hingga tahun 2019, Analisis ulang struktur Bendungan dan Bangunan Pelengkap berdasarkan tambahan data investigasi geologi. terang wayan.

Rencana Proses Sertifikasi Bendungan Kerekeh Sampai sekarang telah ada Progres Sertifikasi Desain seperti Diskusi Teknis Balai Teknik Bendungan yg dilaksanakan pada tanggal 23 November 2020 dan Diskusi Hidrologi Balai Teknik Bendungan pada tanggal  12 Desember 2020.

Selanjutnya akan berproses  Kunjungan Lapangan dan Sidang Teknis Komisi Keamanan Bendungan serta sidang Pleno Komisi Keamanan Bendungan
“Kami mengharapkan konsistensi dan dukungan Pemerintah Daerah  sampai pada tahapan Sertifikasi dan pembebasan lahannya,” pungkas Wayan.

Selain itu, komisi III DPRD Sumbawa Ahmad Adam juga menanyakan terkait dengan rencana  Embung lain seperti  Batu Praga, Bagaimana kelanjutan rencana Embung Batu Praga. ucap politisi PPP.

Sementara, politisi Nasdem, Edy Syarifuddin juga menanyakan tentang luas area yg akan di bebaskan dan disain Bendungan. Kemudian, Bunardi juga menyinggung tentang pendangkalan Bendungan Batu Bulan dan meminta kepada  BWS NTB agar dapat memprogramkan pengaman sungai di Desa Jorok Kecamaatan Utan.

Menyikpai hal tersebut, BWS NT I NTB menjelaskan bahwa mengenai Embung batu praga akan direncanakan  pembangunannya pada  tahun 2023 dengan memenuhi persyaratan. Apabila ada kesiapan pemerintah Kabupaten Sumbawa melakukan pembebasan lahan seluas 1,5 Ha maka segera dapat dilakukan usulannya dalam program tahun 2022. terang titik. (IA-AR)



  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)