Luapan Banjir Genangi Pemukiman Warga, Komisi II DPRD Sumbawa Desak Pemda Bangun Tanggul Pengamanan

  • Bagikan

Sumbawa, Infoaktualnews.com

Hampir setiap tahunnya ketika musim hujan datang, puluhan rumah yang ada di dekat bantaran sungai kecil yang melintasi lingkungan Raberas Kelurahan Seketeng, kerap meluap dan berakibat pada rusaknya harta benda milik warga setempat akibat naiknya air kedalam pemukiman bahkan kedalam rumah warga. Salah satunya yakni banjir yang melanda pada Jumat (26/3), dimana warga terdampak sangat dirugikan akibat beberapa isi rumahnya terendam banjir.

Menyikapi hal tersebut, Komisi II DPRD Kab. Sumbawa melalui Sekretaris Komisi yakni Ridwan, SP., yang juga selaku Anggota Fraksi PKB DPRD Sumbawa angkat bicara, ia menyatakan bahwa kondisi yang terjadi pada jumat lalu bukanlah kejadian yang pertama kali dialami oleh masyarakat sekitar, akan tetapi kejadian tersebut hampir setiap tahun di musim penghujan terjadi. ungkapnya.

‘’Selain isi rumah warga seperti perabotan, barang elektronik dan beras serta yang lainnya terendam semua akibat derasnya luapan air kali yang menghantam pemukiman secara tiba-tiba, tanpa ada rentang waktu untuk warga menyelamatkan hata bendanya,” katanya.

Lanjutnya, bukan itu saja, selain pemukiman, ratusan hektar area persawahan warga pun tak luput dari terjangan banjir. kondisi ini sangat memperihatinkan ditengah kondisi ekonomi yang belum stabil saat ini, Isi rumah warga sudah terendam banjir. ditambah lagi dengan rusaknya area persawahan yang tinggal menghitung hari warga akan memanen padi hasil keringat mereka,” papar sekretaris komisi II DPRD Sumbawa Ridwan.

Diungkapnya, terkait dengan kondisi tahunan ini, dirinya sebagai wakil rakyat wajib menyuarakan apa yang menjadi aspirasi dan suara rakyat agar dinas tekhnis segera turun lapangan untuk melakukan inventarisir lokasi-lokasi yang dianggap bisa memberikan solusi untuk keselamatan masyarakat akibat bencana alam dalam hal ini terjangan banjir.

“Kami minta kepada Pemda melalui dinas tekhnis untuk segera melakukan kroscek lapangan, titik-titik mana yang segera ditangani dengan anggaran yang ada,” pinta politisi PKB tersebut.

Kendati, jika tidak memungkinkan maka akan dianggarkan pada APBD murni atau eksekutif dan legislatif bersama-sama melakukan loby ke Pemprov, kondisi ini sudah kami laporkan ke pemerintah setempat meski secara lisan. (IA-red/Dy).



  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)