3 Desa Diusulkan Jadi Kampung Budidaya Lobster, Inilah Tanggapan Komisi IV DPRD Sumbawa!

  • Bagikan

Sumbawa, Infoaktualnews.com –

Diusulkannya tiga desa  di Kabupaten Sumbawa sebagai kampung budidaya lobster ke Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) RI, menuai respon positif lembaga legislatif.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbawa yang juga anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumbawa M.Tahir mendukung penuh terhadap usulan tersebut.

Ket. Foto: Sek.Komisi IV DPRD Sumbawa, M.Tahir

“Tiga lokasi yang diusulkan tersebut sangat tepat dan sesuai dengan harapan masyarakat untuk meningkatkan roda perekonomian,” ungkapnya.

Menurutnya, usulan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa ke KKP sudah sangat tepat dan dinanti oleh masyarakat nelayan.

Adapun tiga lokasi tersebut diantaranya Desa Pulau Bungin, Desa Pulau Kaung dan Desa Labuan Burung sangatlah tepat dimana kondisi geografis dan berbentuk teluk sangat cocok untuk budidaya Lobster.

Apalagi, sambungnya, lokasi tersebut sebelumnya juga pernah menjadi lokasi budidaya kerang dan terbukti berhasil,

“Jika program budidaya lobster itu bisa segera terwujud. Saya sangat yakin lokasi tersebut sangat tepat untuk pengembangan budidaya lobster kedepannya,” cetusnya.

Kendati Pulau Bungin, Kaung dan Labu Burung telah ditetapkan sebagai pilot project pengembangan lobster yang berkelanjutan oleh KKP, ditambah faktor pendukung lainnya seperti  dukungan kuat dari masyarakat sekitar hal itu terbukti sudah 25 kelompok nelayan yang siap mengawal program tersebut bahkan kelompok- kelompok tersebut telah mendapat bantuan KJA dari KKP.

Namun yang perlu dilakukan saat ini menurut M.Tahir yakni, peningkatan dan penguatan infrastruktur pendukung dalam menopang program kampung budidaya lobster atau Lobster Estate di Kabupaten Sumbawa.

Karenanya, ia berharap dengan adanya kampung budidaya lobster maka  kelompok-kelompok nelayan yang ada bisa bersaing dengan negara tetangga yakni  Vietnam dalam hal produksi dan peningkatan kualitas lobster di pasar dunia .

“Sebab mereka sebelumnya sudah memiliki pengalaman dasar dan ditambah dengan pelatihan dan pendampingan yang baik dari pemerintah,” pungkasnya.(IA-red*)







  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)