Upz!, Bulog Sumbawa Keluarkan 132 Miliar Beli Gabah Petani

  • Bagikan

Sumbawa, Infoaktualnews.com-

Dari hasil evaluasi yang dilakukan atas realisasi serapan setara gabah hingga 30 April 2021 sebesar 24.896,25 ton atau mencapai 102,98% (Persen) dari target sampai dengan bulan April 2021 atau 43,10% dari target tahun 2021 sebanyak 57.766 ton, dengan penyerapan dan pembelian setara gabah petani di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini telah menyerap anggaran anggaran sebesar Rp 132 Milyar, ungkap Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Sumbawa Kurnia Rahmawati STP dalam keterangan Persnya kepada awak media diruang kerjanya, Jum’at (30/4).

Dalam rangka Ketahanan Pangan Nasional terang Nia akrab srikandi Bulog Sumbawa ini disapa, maka Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2016 juncto Peraturan Presiden Nomor 20 tahun 2017 tentang penugasan Bulog, untuk melaksanakan kebijakan pengadaan pangan melalui pembelian gabah dan beras yang mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dengan melaksanakan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium di tingkat konsumen dengan mengunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Dimana HPP itu sendiri mengacu pada Permendag Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah atau Beras, khususnya Pasal 3 Ayat (1) menyebutkan HPP Gabah atau Beras ditetapkan dengan ketentuan HPP Gabah Kering Panen (GKP) dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 25% dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 10% sebesar Rp 4.200,00 per kilogram di petani atau Rp 4.250,00 per kilogram di penggilingan.

Sedangkan untuk HPP GKD dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 14% dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 3% ditetapkan sebesar Rp 5.250,00 per kilogram di penggilingan atau Rp 5.300,00 per kilogram di gudang Perum BULOG. Dan untuk harga pembelian beras dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 14%, butir patah paling tinggi 20%, kadar menir paling tinggi 2%, dan derajat sosoh paling sedikit 95% sebesar Rp 8.300,00per kilogram di gudang Perum BULOG, papar Nia.

Nia juga menyatakan, Perum Bulog Kancab Sumbawa telah melaksanakan tugas dan fungsi yang diemban dengan melakukan penyerapan Gabah Kering Giling yang merupakan gabah produksi petani Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang dilakukan melalui 3 (tiga) saluran penyerapan terdiri dari Mitra Kerja Pengadaan, Gapoktan/Poktan, dan Satuan Kerja (Satker) Pengadaan yang dibentuk oleh Perum Bulog, dimana tahun 2021 ini jumlah mitra kerja Perum Bulog Kancab Sumbawa tercatat sebanyak 23 mitra dan 2 (dua) diantaranya merupakan mitra baru yang bergabung, baik itu dari Kabupaten Sumbawa dan KSB.

“Dengan realisasi serapan setara gabah per 30 April 2021 sebesar 24.896,25 ton atau mencapai 102,98% (Persen) dari target sampai dengan bulan April 2021 atau 43,10% dari target tahun 2021 sebanyak 57.766 ton, maka terdapat ketahanan stock sebesar 18.876 ton setara beras atau cukup untuk kebutuhan 31,5 bulan ke depan atau sampai dengan pertengahan bulan Desember 2023 mendatang, dan stock ini akan terus bertambah seiring dengan panen petani yang melimpah, sehingga penyerapan gabah terus meningkat setiap harinya, dengan rata-rata serapan harian mencapai 500 – 1.000 ton setara gabah, karena itu untuk mengurangi space gudang dengan stock yang melimpah. maka Bulog Kancab Sumbawa siap menyuplai beras untuk daerah-daerah defisit dalam rangka pemerataan stock nasional melalui kegiatan Moveoutnas,” pungkas Kurnia Rahmawati.(IA-06).







  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)