Selama Libur Lebaran, Wisata Desa Rarak Ronges Sepi Pengunjung

  • Bagikan

Sumbawa Barat, Infoaktualnews.com –

Selama Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H, wisata Desa Rarak Ronges Sepi Pengunjung. Mengingat Desa tersebut satu-satunya penghasil kopi di Sumbawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Kaharuddin salah satu tokoh masyarakat saat ditemui media Infoaktualnews.com, Ahad (16/5) di Dusun Rarak Desa Rarak Ronges Kecamatan Barang Rea.

“Dari Hari pertama Lebaran sampai hari ini kunjungan wisata ke sini cendrung sepi” ucapnya.

Padahal sebelum liburan hari raya Idul Fitri jumlah pengunjung di desa yang sangat sejuk dan masih sangat jauh dari pencemaran karena lokasinya yang cukup jauh dari Ibu Kota Kabupaten dan ketinggiannya kurang lebih 817 MDPL tersebut cenderung ramai.

“Bahkan, tidak jarang ada pengunjung yang berkemah maupun menginap di rumah warga” terangnya.

Bukan hanya karena lokasi dan udaranya yang baik untuk menghilangkan penat akibat kesibukan bekerja, Pengujung juga bisa dimanjakan dengan lokasi perkemahan untuk melihat spot pemandangan Kota Taliwang, atau suasana di bawah pohon kopi, namun pengunjung juga dimanjakan dengan tipikal masyarakat yang sangat ramah hingga tidak jarak pengunjung dipersilahkan menginap di rumah warga setempat.

“Untuk sementara, wisata di Desa rarak ada tiga lokasi termasuk salah satunya wisata kebun Kopi Datu Bayung juga berada di lahan pribadi saya” tambah Kaharuddin yang akrab dipanggil Heros tersebut.

Lanjut ia menyatakan bahwa, ada tiga lokasi yang dimaksud yakni Wisata Kebun Kopi dimana pengunjung bisa menikmati kopi langsung di lokasi perkebunannya, Air Terjun Ai Putih dan Ai dimana pengunjung bisa dimanjakan dengan pemandangan Taliwang dan sekitarnya dan sensasi air terjun setinggi 70 meter di lokasi yang berbeda.

“Dengan potensi wisata yang ada di Desa, kami berharap pemerintah Daerah mau bekerjasama dalam membantu kami mengembangkan wisata yang ada” harap heros.

Kendati juga Heros mewakili masyarakat berharap kepada pemerintah mau bekerjasama dengan masyarakat untuk diberdayakan agar menjadi Desa wisata dan khususnya produk masyarkat baik Kopi, Madu dan hasil alam lainnya bisa dibantu untuk menjadi sesuatu yang mampu berdaya saing. Pungkasnya. (IA-Gaff)






  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)