Sidang Perdana, Mylannie Bersaksi, Advokat TYS Membantah Peryataan Korban

  • Bagikan

SUMBAWA, Infoaktualnews.com  – Terkait kasus Investasi Forek, pihak Kepolisian Resort Sumbawa yang telah menetapkan TYS sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan dan bahkan dituduh terlibat dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sehingga TYS ditahan sejak dua bulan lalu, menyusul adanya laporan seorang Pengacara Jakarta Siti Maylannie Lubis awal Januari 2021 lalu.

Dan saat ini, sidang kasus dugaan penipuan serta penggelapan terdakwa TYS, kembali digelar di Pengadilan Negeri Sumbawa, Senin (31/5).

Untuk diketahui, sidang kali ini terkait pemeriksaan. adapun sidang kasus tersebut dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Dwiyantoro, SH., Dimana pada sidang ini, korban, Siti Meylannie Lubis. Selain saksi korban yakni Rita Kusmita dan Khairunnisa.

Dimana saat ini siti Mylanie Lubis, SH., menjadi korban penipuan dari laki – laki yang berdomisili di Kabupaten Sumbawa berinisial ( TYS red). YTS saat ini telah menjadi terdakwa pada kasus yang dilaporkan oleh mylanie ke polisi. Saat ini sudah pada tahap pemeriksaan saksi di pengadilan negeri sumbawa.

Ket. Foto; Siti Mylannie Lubis, SH (Ist)

Menyikapi hal tersebut, saat dikonfirmasi awak media usai sidang, Senin (31/5) Siti Mylannie Lubis, SH.,  menyatakan bahwa, dirinya ditipu karena telah diiming- imingi
“Dia ( YTS) berjanji akan menikahi saya. janji dan hubungan asmara yang harus dibina. Dan juga untuk usaha hasil bumi dia,” ujarnya.

Menurutnya, dengan apa yang ia utarakan akhirnya saya membantu TYS untuk mengembangkan bisnisnya. Dan saya juga akan dinikahi, (Poligami red). Masih kata Mylannie, ternyata itu semua adalah sebuah kebohongan yang ia lakukan kepada saya, ucapnya.

Lanjutnya, dugaan uang yang di transfer ke rekening YTS itu totalnya mencapai sekitar Rp 22,9 miliar. Dan itu adalah uang miliknya sebagai lawyer.

Bahkan pengakuannya dia, Uang tersebut akan dipergunakan oleh dia (YTS) untuk bisnis. Dia itu bilang sama saya kalau kita punya hubungan dan awalnya dia berkeluh kesah. Dia banyak hutang, Karena dia dulu terlibat masalah forex. Jadi saya bantu, saya tidak mau bayarin hutangnya, cetus Mylannie.

“Saya tanya dia kamu punya usaha apa, dia jawab kami usaha hasil bumi. Kata saya ya sudah, Gimana saya bantu. Bisa engga menghasilkan keuntungan,” terangnya.

Sehingga saya kasih untuk investasi, kamu bisa balikan uang saya. Saya dapat untung gitu loh. Kalaupun punya hubungan asmara tapi tidak seyogyanya juga saya kasih uang ke dia (TYS, red) gitu kan. Bahkan dia juga bukan suami saya, dan dia sudah menikah. Dia memang mengiming-imingi dan dia merayu saya dan terus menerus meyakinkan saya, makanya bergeraklah hati saya untuk memberikan sejumlah uang kepada dia dengan total Rp 22 miliar lebih. papar mylannie.

Dan tadi agenda sidang adalah pemeriksaan saksi. “Tadi itu agendanya pemeriksaan saksi. Ada tiga saksi yang diperiksa oleh hakim yaitu saya ( siti mylanie) khairunnisa, dan ibu rita,” tutupnya.

Ket.Foto: Advokat TYS, M. Arief Syahroni, SH.,

Sementara itu, secara terpisah tim media mengkonfirmasi, Selasa (1/6) advokat terdakwa (YTS, red), M. Arief Syahroni, SH., menegaskan apa yang disampaikan oleh korban (Mylannie, red) itu tidak terbukti. Engga perlu untuk mengetahui detail angka-angka ini engga perlu, ujarnya.

“Kami hanya menginginkan bahwa, jikalau dikatakan terdakwa menipu menggelapkan dana orang lain. Dan menurut tim hukum YTS tidak ada unsur penipuan/penggelapan, Maka didalam fakta persidangan setiap transfer yang dilakukan secara sadar. Dan transfer yang dilakukan oleh korban itu kepada terdakwa sampai puluhan kali,” terang Roni sapaan akrab advokat muda tersebut.

Berawal dari kasus pesawat yang jatuh di laut jawa karawang Jawa Barat, Senin pagi, 29 Oktober 2018 silam, pukul 06.32 WIB, pesawat Boeing 737-8 MAX registrasi PK-LQP yang dioperasikan oleh Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta menuju Depati Amir Pangkal Pinang.

Dimana semua para penumpang pesawat sekitaran seratus lebih Penumpang tersebut dinyatakan meninggal. Salah satunya, Penumpang yang meninggal itu pemilik saham Forek yakni tiga orang diantara penumpangnya terdapat nama korban meninggal dunia Cici Ariska, Chandra Kirana dan Asep Sarifuddin yang merupakan rekan bisnis dari Terdakwa TYS (Topan) yang berinvestasi Forex bernilai miliaran rupiah.

Diketahui, cici Ariska bersama suaminya Chandra Kirana dan rekan bisnisnya Asep Sarifuddin, merupakan seorang pebisnis usaha trading yang tergabung dalam Pinky Trading Plan (PTP).

Sehingga akibat meninggal dunia ketiga rekannya itu, maka dana dalam akun Forex yang ada pada ketiga korban ikut hilang dan tenggelam bersama pesawat Lion Air JT610 yang jatuh diperairan Tanjung Karawang Jawa Barat. Pasalnya, sebanyak 43 orang member yang ikut melakukan investasi dana untuk bisnis Forex melalui Topan Yanuar Syah tersebut.

Kendati demikian, mereka juga menuntut dana mereka kembali serta tidak ingin dana investasi mereka ikut hilang dengan jumlah yang besar dan bervariasi. sehingga dicarikan solusi untuk mengganti uang member dimaksud.

Lanjutnya, TYS berangkat ke Jakarta dan bertemu dengan ahli waris dari ketiga rekan bisnisnya untuk mencari solusi untuk menyelesaikan ganti rugi member bisnis forex tersebut. Pasalnya, sejumlah ganti kerugian yang diberikan oleh Lion Air kepada ahli waris hanya sekitar Rp 1,250 Miliar.

Namun akhirnya mereka sepakat menggugat pihak Boeing “The Boeing Company” yang bermarkas di Chicago Amerika Serikat melalui Pengadilan distrik Amerika dengan jumlah US$ 800.000 per orang, dengan menggunakan Pengacara Siti Mylannie Lubis (Korban, red) yang menawarkan jasa bersama rekan pengacaranya di Amerika. tuturnya.

Kendati seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, dimana gugatan yang diajukan ketiga ahli waris berhasil dan Pengadilan Amerika memerintahkan pihak Boeing untuk membayar ganti rugi kepada ahli waris tersebut, sementara Topan bersepakat jika gugatan berhasil maka tiga ahli waris akan mengganti dana member yang berinvestasi pada PTP milik Cici Ariska.

Dan akhirnya, Pengacara Mylannie membuat semacam standing istruction, karena ada kekhawatiran jika dana masuk ke ahli waris maka tidak dapat dibagikan ke TYS (Terdakwa) sehingga dana tersebut diberikan kepada Mylannie untuk dibagikan secara adil baik kepada ketiga ahli waris maupun TYS, terang advokat terdakwa.

Dimana ketika itu, TYS mendapat uang cash dalam bentuk dolar dengan total mencapai sekitar Rp 15 Miliar (sesuai dengan surat penyataan yang ditandatangani Marsudi orang tua Cici Ariska. Namun TYS tidak berani membawa uang tersebut ke Sumbawa lantas dititipkan kepada Siti Mylannie Lubis untuk ditransfer ke rekening Topan yang dilakukan secara berkala mulai dari Rp 3,6 Miliar pada Desember 2019 lalu hingga total mencapai Rp 15 Miliar. terangnya.

Namun, pada Januari 2021 lalu, justru Pengacara Mylannie datang ke Sumbawa menagih uang yang telah ditransfer ke rekening TYS, dengan dalih kalau sebagian besar uang itu adalah miliknya untuk bisnis bersama terdakwa bukan uang dari proses ganti rugi Boeing.

Kemudian TYS dilaporkan ke Polres Sumbawa atas dugaan penipuan dan penggelapan serta TPPU, diketahui belakangan baru diketahui kalau dalam standing instruction yang dibuat tanpa ada nama TYS (klien) kami. tungkasnya.

Bahkan hak yang diterima Mylanie dalam standing instruction tersebut sebesar 80 persen dari ganti rugi Boeing. Saat itu TYS (Klien) kami tidak memeriksa isi standing instruction dimaksud karena sangat percaya dengan Mylanie Lubis.

Sementara itu, secara terpisah juga saat ditemui awak media usai persidangan, Senin (31/5) Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH., mengatakan bahwa, selain korban, dia orang saksi lainnya juga diperiksa. Dalam kesaksiannya, korban membenarkan dakwaan JPU. Dimana korban membenarkan ada terjadi penggelapan, penipuan dan transfer sejumlah uang kepada terdakwa.

“Korban membenarkan dakwaan kami. Berdasarkan bukti-bukti yang kami hadirkan dalam persidangan. Seperti bukti transfer sejumlah uang. Bukti itu tidak bisa dibantah oleh terdakwa maupun penasihat hukumnya,” ujar Hendra.

Dalam persidangan, pada intinya terdakwa mengaku menerima transfer uang hingga puluhan miliar rupiah itu. Namun, menurut terdakwa bahwa uang itu adalah titipan miliknya kepada korban. Terdakwa mengaku, bahwa uang itu adalah ganti rugi dari kecelakaan pesawat atas dua rekan bisnisnya.

Jadi terdakwa merasa itu adalah uangnya. Meskipun uang tersebut adalah ganti rugi pihak maskapai terhadap dua rekannya yang menjadi korban kecelakaan itu. “Jadi terdakwa tetap bersikeras dengan keyakinannya. Itu tidak apa-apa,” imbuhnya.

Sidang akan kembali dilanjutkan pada Rabu 2 Juni mendatang. Agendanya masih dengan pemeriksaan saksi. Rencananya, sejumlah saksi yang merupakan keluarga terdakwa akan dihadirkan dalam persidangan. tutupnya.  (IA-Dy/Tim)






  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)