E.S Gole : Dibutuhkan “Simbiosis Mutualisma” Pekerja dan Perusahaan

  • Bagikan

Sumbawa, Infoaktalnews.com – Jika dibandingkan dengan masa dulu yang namanya serikat pekerja itu hanya satu yakni SPSI, akan tetapi sesuai dengan perkembangan zaman kini tumbuh dan berkembang cukup banyak, dan untuk mengumpulkan mereka itu tidaklah gampang. jadi butuh seni sebab bagaimanapun teman-teman serikat pekerja ini adalah mitra kita dan ini merupakan mitra strategis, ungkap Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Pulau Sumbawa Edi Sofyan Gole kepada awak media diruang kerjanya, Kamis (10/6).

Lanjutnya, konsep hubungan industrialis pada umumnya pemahaman dari dunia usaha, itu dianggap menguntungkan pekerja. padahal konsep hubungan industrialis ini adalah sistemnable sebenarnya bagaimana perusahaan memposisikan tenaga kerjanya itu sebagai aset bukan hanya sebagai faktor produksi.

Kemudian si pekerja ini pun memposisikan perusahaan ini sebagai miliknya juga, sehingga terjadi Simbiosis Mutualisma. Menurutnya, demikian meningkatlah produktifitas, terjadilah kesejahteraan karyawan. Bahkan pemerintah bisa mendapatkan pundi-pundi dan lain sebagainya, sehingga kita berharap antara dunia usaha dengan pekerja ini memiliki persepsi yang sama dengan membangun sinergitas yang baik.

Merubah pola pikir ini membutuhkan waktu kata E.S Gole, teman-teman serikat pekerja perlu di up-grade pengetahuannya, pengetahuan yang lama itu mungkin dia harus diberikan pemahaman. kadang-kadang juga kalau terlalu saklek juga salah.

Sehingga kita berharap antara dunia usaha dan pekerja itu bisa bertemu pada satu titik kesempatan, sebab kalau semua bertahan pada posisinya ia tentu tidak akan bisa. Oleh sebab itu perlu dan harus dilakukan secara arif dan bijaksana.

Edi Sofyan Gole juga menjelaskan, di Sumbawa sudah ada Sekber bersama serikat pekerja beranggotakan lima serikat pekerja. Oleh karena itu, beberapa hari kedepan pihaknya akan melakukan action turun lapangan ke wilayah Dompu dan Bima serangkaian dengan kegiatan pengawasan ketenagakerjaan yang dilakukan pada sejumlah perusahaan di wilayah tersebut.

Bahkan untuk diketahui dengan jelas sejauhmana hubungan industrialis antara pihak perusahaan dengan para pekerjanya. Apalagi dewasa ini dengan adanya pandemi Covid-19, Tentunya, sangat berpengaruh dan menciderai sektor usaha, pariwisata dan lainnya.

Sehingga berdampak tidak sedikit para pekerja yang harus kehilangan pekerjaannya karena di PHK oleh pihak perusahaan. Oleh karena itu, disini sangat dibutuhkan adanya pendekatan dengan pihak perusahaan, katanya. (IA-06)






  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)