Maksimalkan Potensi Lahan, Warga Binaan Lapas Sumbawa Besar Bertani

  • Bagikan
Warga binaan sedang bertani

Sumbawa, Infoaktualnews.com – Area lahan yang dapat di eksploitasi oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sumbawa Besar Kanwil Kemenkumham NTB seolah tak ada habisnya. Selain lahan pertanian SAE Ai Maja dan area brandgang di dalam Lapas, kini giliran lahan kosong yang terdapat pada area depan Lapas yang mendapat sentuhan tangan dingin para warga binaan.

Tak ingin area tersebut hanya ditumbuhi rerumputan liar dan tak terawat, warga binaan asimilasi bergerak untuk melakukan pengolahan tanah serta kemudian menanaminya dengan aneka jenis tanaman, semisal kacang tanah, singkong dan pisang.

Pemilihan kacang tanah ini sendiri adalah karena melihat dari sifat tanahnya yang gembur sehingga dirasa cocok dengan tanaman tersebut. Perawatannya pun terbilang mudah, serta masa panen yang tidak memakan waktu lama.

Setiap harinya beberapa warga binaan terpantau secara telaten melakukan perawatan dan pemeliharaan dengan membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman tersebut.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sumbawa Besar Kanwil Kemenkumham NTB M. Fadli melalui Kepala Sesi Kegiatan Kerja, Hermanturi menerangkan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memaksimalkan segala potensi yang ada. Selain menambah area tanam, juga meningkatkan jumlah warga binaan yang dapat diberikan pembinaan keterampilan bidang pertanian, Jumat (26/11).

“Kita berupaya memaksimalkan potensi lahan yang ada, jangan sampai ada spot kosong dan tidak dimanfaatkan. Dengan begini kita juga bisa perbanyak warga binaan yang mendapatkan pelatihan pertanian.” Ungkapnya.

Ia juga menjelaskan hasil pertanian ini nantinya dapat dinikmati bersama oleh semua pihak yang terlibat. Baik itu dalam bentuk hasil panen maupun hasil penjualan jika memungkinkan.

“Semoga nanti hasilnya bisa baik dan melimpah, agar saat panen kita bisa menikmati hasilnya bersama-sama dan apabila memungkinkan akan dijual.” Tutupnya. (IA-hms)







  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)