Sumbawa, infoaktualnews.com – Pemerintah Pusat melaksanakan proyek pembangunan pabrik penggilingan padi modern – Modern Rice Milling Plant (MRMP) yang berlokasi di Unter Malang Desa Lape Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa.
Dimana program ini menelan anggaran puluhan miliar rupiah menggunakan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang mulai dibangun sejak tahun anggaran 2021 hingga akhir Agustus 2022. Progres pembangunan fisiknya telah mencapai sekitar 85 persen, dan Insya Allah pada awal Januari 2023 mendatang sesuai dengan rencana sudah bisa dioperasionalkan pemanfaatannya oleh Bulog, ungkap Kepala Perum Bulog Cabang Sumbawa Omar Sharif, ST.,MT, saat dikonfirmasi media ini, Kamis (1/9).
Hingga saat ini dari hasil evaluasi yang dilakukan terang Omar akrab Pinca Bulog Sumbawa ini disapa, kalau dihitung dari segi progres fisik pembangunan MRMP ini memiliki bobot tertingginya berada pada perangkat mesin yang terpasang. Dan Alhamdulillah perangkat mesinnya telah terpasang dengan baik sehingga progres fisiknya sekarang ini sudah mencapai sekitar 85 persen dan sisa pekerjaannya adalah pembenahan finishing dan penuntasan penyelesaian pemasangan jaringan listrik, air dan sedikit finishing sejumlah bangunan penunjang, tukasnya.
“Dengan progres fisik yang dihasilkan seiring dengan adanya perpanjangan kontrak hingga Nopember mendatang. Kami sangat optimis pembangunan MRMP di Lape akan dapat dituntaskan dengan baik, dengan rencana operasional pemanfaatannya akan dilaksanakan oleh Bulog pada awal Januari Tahun 2023. Dimana pembangunan sejumlah Infrastruktur sarana prasarana dan fasilitas penunjang dikawasan MRMP tersebut telah dilaksanakan, yakni telah berdiri bangunan main building, setting pilecap dan tiebiem yang diperuntukkan bagi silo, ruang tunggu sopir, mess karyawan, pos jaga, bangunan mesjid, kantor, power house, rumah pompa maupun pagar keliling, yang dilengkapi 4 (Empat) unit driyer masing-masing berkapasitas 30 ton, memiliki 3 (Tiga) unit Silo juga memiliki kapasitas masing-masing sebanyak 2.000 ton, dengan kapasitas giling mencapai 6 ton perjam, yang diharapkan akan dapat membantu penyerapan gabah yang lebih optimal di Sumbawa. Sehingga kedepannya diharapkan akan mampu menghasilkan beras yang lebih bermutu dan berkualitas baik asal daerah ini,” paparnya (IA)












