Sumbawa, infoaktualnews.com – Lomba Debat Antar SMA/MA/SMK se-Kabupaten Sumbawa yang diselenggarakan oleh Law Student Association (LSA), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum Universitas Teknologi Sumbawa (FH UTS) resmi berakhir pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Kegiatan bergengsi ini dilaksanakan di Convention Hall (CH) Universitas Teknologi Sumbawa dan berlangsung dengan lancar, meriah, serta penuh antusiasme dari para peserta maupun pendukung.
Lomba debat ini menjadi wadah bagi pelajar tingkat SMA/MA/SMK se-Kabupaten Sumbawa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, keterampilan berargumentasi, serta keberanian menyampaikan pendapat secara ilmiah dan santun. Sejak babak penyisihan hingga semifinal dan final, para peserta menunjukkan kualitas debat yang kompetitif dan berstandar tinggi.
Setelah melalui rangkaian perlombaan yang ketat, SMAN 1 Sumbawa Besar berhasil keluar sebagai Juara I. Juara II diraih oleh SMAN 1 Lape, sementara Juara III diraih oleh Madrasah Aliyah Al Mutmainnah. Babak final sendiri mempertemukan dua tim terbaik, yakni SMAN 1 Sumbawa Besar dan SMAN 1 Lape, yang berlangsung sengit dan menarik perhatian seluruh hadirin di Convention Hall UTS.
Dewan juri pada babak semifinal dan final terdiri dari akademisi dan praktisi hukum yang kompeten, yaitu Dekan Fakultas Hukum UTS Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI., Dr. Ahmad Yamin, S.H., M.H., serta Jasardi Gunawan, S.IP., M.H. Penilaian dilakukan berdasarkan standar debat yang berlaku, meliputi kekuatan argumentasi, ketepatan data, teknik penyampaian, kerja sama tim, serta etika dalam berdebat.
Salah satu dewan juri, Jasardi Gunawan, S.IP., M.H., memberikan komentar positif terhadap jalannya lomba. Ia menilai para peserta memiliki potensi besar dan mampu menyampaikan argumen secara logis, kritis, serta terstruktur.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk melatih mental, intelektual, dan karakter generasi muda sejak dini.
Sementara itu, Dr. Ahmad Yamin, S.H., M.H. menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif dan profesional.
“Penilaian dewan juri sangat objektif, dan para pemenang yang ditetapkan sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Mereka memang layak menjadi juara berdasarkan performa selama perlombaan,” ungkapnya.
Setelah seluruh rangkaian debat selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para peserta, berupa trofi dan uang pembinaan. Selain itu, Fakultas Hukum Universitas Teknologi Sumbawa juga memberikan tawaran beasiswa pendidikan kepada para peserta lomba. Beasiswa yang ditawarkan bervariasi, mulai dari 50 persen, 75 persen, hingga 100 persen penuh selama delapan semester atau hingga tamat di Fakultas Hukum UTS.
Tawaran beasiswa ini, kata Doktor Yamin, menjadi bentuk komitmen FH UTS dalam mendukung pelajar berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Kegiatan lomba debat ini kemudian ditutup secara resmi oleh Dekan Fakultas Hukum UTS, Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI., setelah pembagian hadiah kepada peserta.
ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, guru pendamping, serta dewan juri yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, para peserta, guru pendamping, dan dewan juri. Kegiatan ini berjalan dengan sangat baik dan memberikan manfaat besar bagi pengembangan intelektual pelajar. Semoga ke depan lomba debat ini dapat diselenggarakan kembali dengan lebih meriah dan lebih baik lagi,” ujarnya.
Para peserta maupun guru pendamping tampak puas dan bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan. Mereka menilai lomba debat ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran, pengembangan diri, serta pengalaman berharga bagi siswa. Dengan berakhirnya kegiatan ini, Fakultas Hukum Universitas Teknologi Sumbawa melalui Law Student Association (LSA), BEM, dan DPM berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang kritis, cerdas, dan berwawasan hukum. tandasnya (*)












