InfoaktualNews.com _ LOMBOK TIMUR , Ketua Forum Komunikasi dan Kajian Masyarakat Nusa Tenggara Barat ( FKKM ) NTB Pahri Rahman secara terbuka membongkar praktik yang ia sebut sebagai perjual bslikan titik lokasi SPPG MBG di wilayah Lombok Timur yang dilakukan oleh seorang oknum ASN berinisial ” IS .
IS ” merupakan merupakan salah satu staf di Puskesmas Pringgasela Kec.Prongasela kabupaten Lokmbok Timur.
Lanjut pada penjelasan Pahri. bahwa terduga melakukan transaksi dengan po mempermainkan investor dapur MBG dengan nilai yang lumayam sangat fantastis degan harga satu titik sebesar Rp200 juta
Menurut Pahri Ini bukan sekadar persoalan etik tapi ini tindak pidana karena setelah dijual titik SPPG MBG tersebut oleh terduga dijual lagi ke investor lain sementara uang yang sudah dia terima tidak. Ia kembalikan .” jelas Pahri .
Sementara pengakuan salah satu korban ia telah menyerahkan uabg cas Via transfer sebanyak Rp 600 juta untuk pembelian tiga titik lokasi dapur SPPG MBG.
Kemudian setelah dana ditransferkan keTerduga ternyata titik tersebut telah diperjualbelikan lagi keoramg lain.
Pahri beberkan titik yang telah diperjual belikan oleh terduga betkali_ kali yakni diantaranya :
1 ) SPPG Danger Masbagik 005 oleh korban bayar Rp200 juta kemudian Setelah pembayaran teryata titik tersebut dijual kembali kepada pihak lain ( angota DPRD Lotim ) dan oleh terduga Dana tidak dikembalikan.
2 ) SPPG Wanasaba Lauk 002 dibayar Rp 200 juta. Setelah dana diserahkan, titik itu diduga dialihkan lagi kepada anggota DPRD fraksi PAN berinisial BN. Uang tidak kembali.
3 ) SPPG Kalijaga Aikmel 001 dibeli Rpb200 juta dari IS. Belakangan, lokasi itu diduga kembali dijual kepada anggota DPRD fraksi Gerindra berinisial MT. Dana tetap tak dikembalikan.
Jadi dari tiga titik lokasi SPPG MBG tersebut korban mengalami kerugian sebesr Rp 600 juta
Pahri juga menyebut informasi yang dihimpun pihaknya mengarah pada dugaan bahwa sejumlah transaksi berlangsung di dapur milik seorang anggota DPRD fraksi Gerindra dapil 1 berinisial M.
Ketua FKKM NTB mengaku mengantongi sejumlah alat bukti, mulai dari rekaman percakapan audio, tangkapan layar percakapan digital, hingga bukti transfer dana ke rekening IS.
Ada jejak digital, ada bukti transfer. Ini bukan asumsi, ini fakta yang akan kami uji secara hukum,” ujarnya pada media infoaktualnews.com.
Ironisnya ketika awak media berulang kali mencoba mengonfirmasi kepada IS di Puskesmas Pringgasela yang bersangkutan dikabarkan jarang masuk kantor.
Situasi ini menambah pertanyaan publik bagaimana mungkin seorang aparatur sipil negara yang digaji dari pajak rakyat justru terseret dalam dugaan praktik jual beli titik lokasi dapur MBG.
Secara akademik praktik ini jika terbukti mengandung beberapa unsur pelanggaran serius karena ada dugaan unsur penipuan ,penggelapan hingga potensi penyalahgunaan posisi sebagai ASN untuk memuluskan transaksi.
Dalam perspektif tata kelola publik ini mencerminkan rapuhnya sistem pengawasan internal dan lemahnya etika birokrasi.
Lebih jauh keterlibatan nama-nama yang disebut beririsan dengan anggota legislatif meski masih sebatas dugaan akan tetapi membuka ruang krisis kepercayaan publik terhadap integritas proses penentuan terhadap titik lokasi dapur SPPG MBG dengan pertaruhkan Transparansi dan akuntabilitas.
Pahri Rahman memastikan akan melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Lombok Timur dan Kejaksaan karena masalah ini Ini bukan sekadar pelanggaran disiplin ASN tapi sudah masuk tindak pidana demgan merugikan orang lain ” Pungkas Pahri selaku ketua FKKM NTB .( red )












