Sumbawa, infoaktualnews.com – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Barat kembali ditunjukkan melalui proses seleksi calon kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB tahun 2026. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB menggelar tes wawancara bagi para kandidat terbaik dari Pulau Sumbawa, khususnya Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (16/4) ini dipusatkan di Ruang Laboratorium 1 SMAN 3 Sumbawa Besar. Suasana seleksi tampak berlangsung serius namun tetap kondusif, di mana setiap peserta diuji tidak hanya dari sisi administratif dan pengalaman, tetapi juga kapasitas kepemimpinan, visi pendidikan, serta kemampuan manajerial dalam mengelola satuan pendidikan.
Kepala Cabang Dinas Dikpora Wilayah IV Sumbawa, Junaidi, saat dikonfirmasi media ini menyampaikan bahwa tahapan wawancara merupakan bagian krusial dalam proses seleksi. Menurutnya, penentuan kepala sekolah tidak hanya berdasarkan senioritas, tetapi juga kompetensi, integritas, serta kemampuan membawa perubahan positif di lingkungan sekolah.
“Tes wawancara ini menjadi momen penting untuk menggali lebih dalam potensi para calon kepala sekolah. Kita ingin memastikan bahwa yang terpilih nantinya benar-benar memiliki visi yang kuat, mampu berinovasi, serta siap menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang,” ungkap Junaidi.
Ia juga menegaskan bahwa seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan profesional, dengan melibatkan tim penguji yang berkompeten di bidangnya. Hal ini dilakukan guna menghasilkan pemimpin sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membangun karakter peserta didik serta meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh.
Adapun sejumlah nama yang mengikuti tes wawancara tersebut berasal dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Sumbawa dan Sumbawa Barat. Mereka di antaranya Istri Khadijah dari SLB Sumbawa, Gunawan dari SMAN 1 Alas Barat, Darmawati dari SMAN 1 Empang, serta Arif Budiman dan Muhammad Nur dari SMAN 1 Lape.
Selain itu, turut serta Sudirman dari SMAN 1 Moyo Hulu, Muslim Harjono dari SMAN 1 Orong Telu, serta Heppy Selnita dan Lili Yanti Dewi dari SMAN 1 Plampang. Nama lainnya yang ikut dalam seleksi yakni Ahmad Sukri dari SMAN 1 Sumbawa Besar, Mohammad Saipuddin dan Humaidi dari SMAN 1 Brang Rea, Abd Hayyi Jaelani dari SMAN 1 Poto Tano, serta Afiana Sukaningsih dan Ali Nurdin dari SLBN 1 Sumbawa Barat.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan seleksi. Mereka menyadari bahwa posisi kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan pendidikan di tingkat sekolah, sekaligus menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Melalui proses seleksi ini, Dikpora NTB berharap dapat melahirkan kepala sekolah yang adaptif terhadap perubahan zaman, mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan karakter siswa.
Tidak hanya itu, kepala sekolah yang terpilih nantinya juga diharapkan mampu menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha, guna menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
Pelaksanaan tes wawancara ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memastikan bahwa sektor pendidikan di NTB, khususnya di Pulau Sumbawa, terus bergerak maju dan mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global.
Dengan berakhirnya tahapan wawancara ini, para peserta kini tinggal menunggu hasil akhir seleksi yang akan menentukan siapa saja yang layak mengemban amanah sebagai kepala sekolah di masa mendatang. Harapan besar pun disematkan kepada para calon pemimpin pendidikan ini, agar mampu membawa perubahan nyata dan kemajuan bagi dunia pendidikan di daerah. ujarnya. (IA)












