SMART yang Tersendat: Wakil Bupati Dipinggirkan, Sekda Dimanjakan, Iron–Edwin Retak, Bupati Main Dua Kaki

LOMBOK TIMUR, NTB — InfoaktualNews.com Jika jargon “SMART” dimaksudkan sebagai simbol kecerdasan tata kelola, maka yang terjadi di Lombok Timur hari ini justru mendekati ironi akademik: kebijakan tanpa koordinasi, kekuasaan tanpa keseimbangan, dan kepemimpinan tanpa kejujuran politik. Satu tahun berjalan, duet yang dijual sebagai paket utuh “Iron–Edwin” mulai tampak seperti kontrak politik yang diam-diam kedaluwarsa.

Aktivis anti-korupsi Hadiyat Dinata—figur yang tak lahir dari ruang kompromi, melainkan dari tradisi perlawanan—membongkar apa yang ia sebut sebagai “kepemimpinan kosmetik”: rapi di panggung, rapuh di ruang keputusan.

“Kalau Wakil Bupati hanya dijadikan pelengkap seremoni, maka sebut saja ini pemerintahan satu orang dengan dua bayangan dan yang satu lagi bahkan bukan Wakil Bupati, tapi Sekda,” sindir Dinata, tajam.

Pernyataan ini bukan sekadar kritik, melainkan autopsi politik. Dalam anatomi kekuasaan Lombok Timur, Dinata melihat gejala yang lebih serius dari sekadar retak: marginalisasi sistematis terhadap Wakil Bupati. Dalam banyak agenda strategis, Edwin Hadiwijaya justru tampak seperti tamu di rumah sendiri, hadir tapi tidak menentukan.

Sebaliknya, posisi Sekda Juaini Taofik justru menjelma menjadi episentrum baru kekuasaan. Dalam logika administratif, ini aneh. Dalam logika politik, ini mencurigakan.

“Ini bukan lagi soal siapa bekerja apa. Ini soal siapa dipersiapkan untuk apa. Kalau Sekda lebih sering diajak bicara masa depan dibanding Wakil Bupati, publik berhak bertanya: sebenarnya yang dipinang rakyat itu siapa?” tegas Dinata.

Sindirnya tidak berhenti di situ. Ia menyebut bahwa wajah pemerintahan saat ini lebih mirip “duet semu” di mana satu pihak memegang kendali, sementara pihak lain dibiarkan menjaga citra stabilitas.

“Kalau koordinasi saja tidak ada, lalu apa fungsi Wakil Bupati? Jangan-jangan ini model baru: Wakil Bupati sebagai penonton VIP dalam pemerintahan sendiri,” katanya, pedas.

Isu perpanjangan masa jabatan Sekda semakin mempertebal dugaan adanya desain politik tersembunyi. Dinata menyebut keputusan tersebut bukan hanya problem prosedural, tetapi juga indikasi adanya “investasi politik” jangka panjang.

“Kalau benar Sekda diproyeksikan untuk Pilkada 2029, maka ini bukan lagi pemerintahan, ini sudah mulai jadi panggung casting. Bedanya, rakyat tidak pernah diajak ikut audisi,” serangnya.

Dalam perspektif Dinata yang juga dikenal sebagai mantan kader Partai Perjuangan Lombok Timur dengan latar aktivisme anti-korupsi menilai situasi ini mencerminkan pergeseran: dari demokrasi elektoral ke oligarki lokal berbasis kedekatan personal.

“Ini bukan soal retak atau tidak retak. Ini soal kejujuran politik. Kalau sejak awal pasangan ini dijual sebagai satu paket, lalu sekarang dijalankan seperti dua entitas yang saling asing, itu bukan sekadar kegagalan itu manipulasi ekspektasi publik,” ujarnya.

Sementara itu, bantahan dari relawan terdengar seperti rekaman lama: normatif, datar, dan nyaris tanpa daya bantah substantif.

“Baik-baik saja,” kata mereka.
Namun dalam politik, “baik-baik saja” sering kali adalah kalimat paling jujur untuk menutupi kenyataan yang paling tidak baik.

Publik Lombok Timur kini dihadapkan pada realitas yang sulit disangkal: antara Bupati yang tampak semakin eksklusif dalam mengambil keputusan, Wakil Bupati yang kian samar perannya, dan Sekda yang justru terlihat semakin politis posisinya. Sebuah konfigurasi yang, dalam teori kekuasaan, bukan menuju stabilitas melainkan menuju konflik yang tinggal menunggu momentum.

Jika ini terus berlanjut, maka “SMART” tidak lebih dari sekadar akronim yang kehilangan makna sebuah slogan yang cerdas di lidah, tetapi kosong di praktik. Dan dalam politik, kekosongan seperti itu biasanya tidak bertahan lama, ia akan pecah, cepat atau lambat, dengan atau tanpa panggung.

Laporan : Raden

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)