Sumbawa, infoaktualnews.com — Suasana berbeda tampak di lingkungan Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar. Sorak sorai, tepuk tangan, dan semangat kebersamaan menggema dari lapangan voli, menghadirkan energi positif yang jarang terlihat di balik tembok pembinaan.
Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, pihak lapas menggelar pertandingan voli antar warga binaan, Senin (20/4), yang berlangsung meriah dan penuh sportivitas.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga biasa, melainkan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkuat solidaritas, serta membangun karakter positif bagi para warga binaan. Dengan penuh antusias, setiap tim menunjukkan kemampuan terbaiknya, beradu strategi, sekaligus menjunjung tinggi nilai fair play.
Sorotan utama tampak pada semangat para peserta yang bermain dengan penuh dedikasi. Setiap smash keras, blok tangguh, hingga penyelamatan bola yang dramatis disambut riuh tepuk tangan dari sesama warga binaan dan petugas yang turut menyaksikan. Atmosfer kompetisi terasa hangat, bukan sekadar tentang menang atau kalah, melainkan tentang kebersamaan dan proses pembinaan diri.
Kepala Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar, Purniawal, menegaskan bahwa kegiatan olahraga seperti ini memiliki peran penting dalam proses pembinaan.
“Olahraga menyatukan, pembinaan menguatkan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas kepada warga binaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga menjadi refleksi atas komitmen pemasyarakatan dalam membina dan mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.
Turnamen voli ini juga menjadi ruang ekspresi positif bagi warga binaan, mengurangi kejenuhan, serta memberikan pengalaman kebersamaan yang bermakna. Di balik setiap pertandingan, tersimpan harapan akan perubahan, bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki diri.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Sumbawa Besar menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya dilakukan melalui pendekatan formal, tetapi juga melalui aktivitas yang membangun mental, fisik, dan sosial.
Semangat Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 pun terasa semakin hidup—menegaskan bahwa di balik jeruji, harapan dan semangat untuk menjadi lebih baik tetap menyala. (*)












