Profiling ASN Jadi Basis Pengembangan Karier, Sekda Sumbawa Siapkan 700 Aparatur

Sumbawa, infoaktualnews.com  – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan pengembangan karier berbasis kompetensi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., mengatakan Sumbawa menjadi kabupaten pertama di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mendapat persetujuan untuk menerapkan manajemen talenta dengan pendampingan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Menurutnya, sistem tersebut menjadi alat bantu dalam proses reposisi, rotasi, mutasi maupun promosi ASN, karena seluruh proses didukung oleh basis data mengenai kompetensi dan potensi masing-masing aparatur.

“Manajemen talenta ini memberikan ruang kepada semua ASN yang memiliki kompetensi dan potensi untuk mengembangkan kariernya. Karena itu, data yang dibangun harus benar-benar menggambarkan kemampuan dan potensi setiap individu,” jelasnya.

Budi menjelaskan, profiling ASN tidak hanya mengukur kemampuan teknis atau keilmuan, tetapi juga berbagai aspek lain seperti kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, pengelolaan organisasi, orientasi serta potensi pengembangan individu.

Data tersebut selanjutnya menjadi bahan pembahasan Komite Talenta sebelum disampaikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) sebagai salah satu dasar dalam menentukan kebijakan pengembangan karier ASN.

“Ketika PPK akan melakukan rotasi, mutasi, pergeseran maupun promosi, salah satu sumber data terbesarnya berasal dari manajemen talenta. Semua ASN memiliki kesempatan dan kans yang sama sepanjang kompetensi dan potensinya tergambar dengan baik,” katanya.

Untuk memperkuat basis data tersebut, Pemkab Sumbawa kembali melaksanakan profiling terhadap 700 ASN selama tiga hari, mulai, Kamis (17/9). Sebelumnya, profiling telah dilakukan terhadap 601 ASN.

Budi menyebut kegiatan tersebut difasilitasi BKN sebagai bentuk dukungan terhadap Kabupaten Sumbawa dalam penerapan manajemen talenta. Hasil profiling nantinya akan terintegrasi dalam sistem manajemen talenta dan dapat diketahui masing-masing ASN melalui platform MyASN.

Melalui sistem tersebut, ASN dapat mengetahui posisi talentanya berdasarkan hasil pemetaan kompetensi dan potensi. Dalam skema manajemen talenta, kelompok talenta prioritas berada pada pool 7, 8 dan 9, dengan pool 9 sebagai kelompok dengan prioritas tertinggi.

“Target kita tentu seluruh aparatur bisa minimal berada di pool 7, 8 atau 9. Data inilah yang kemudian menjadi bahan Komite Talenta untuk melihat performa dan potensi individu ASN dalam rangka pengembangan karier,” ujarnya.

Budi menegaskan, profiling bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian penting dalam membangun sistem birokrasi yang profesional. Dengan tersedianya data yang akurat, penempatan ASN diharapkan dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing perangkat daerah.

“Profesionalisme dalam proses birokrasi harus dibangun dari data yang profesional juga. Karena itu, kita ingin setiap penempatan aparatur benar-benar didukung oleh data mengenai kompetensi, potensi dan karakteristik yang dimilikinya,” pungkasnya.

Dengan pelaksanaan profiling secara bertahap, total ASN Kabupaten Sumbawa yang telah mengikuti proses pemetaan mencapai 1.301 orang, terdiri dari 601 ASN pada tahap sebelumnya dan 700 ASN pada tahap saat ini. Ke depan, proses profiling akan terus dilanjutkan dengan dukungan BKN. (*)

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)