BEM FHISIP UNRAM Resmi Buka Program Pengabdian Dua Bulan di Desa Karang Sidemen, Usung Tiga Pilar Pembangunan

InfoaktualNews.com || Lombok Barat – Desa Karang Sidemen, sudah lebih dulu ramai sejak Jumat malam, 2 Oktober 2026, ketika tim pendahulu dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram tiba lebih awal untuk menyiapkan segala sesuatunya. Esoknya, Sabtu, 3 Oktober 2026, giliran sebagian besar rombongan mahasiswa menyusul datang, dan sorenya seremoni pembukaan resmi digelar, menandai dimulainya program pengabdian masyarakat yang bakal mewarnai desa ini selama dua bulan penuh ke depan. Tiap Jumat malam sampai Minggu siang, selama delapan pekan berturut-turut, mahasiswa FHISIP akan hadir dan tinggal bersama warga, menjalankan rangkaian program yang sudah disiapkan matang jauh-jauh hari sebelumnya.

Hangatnya sambutan sore itu terlihat jelas dari siapa saja yang datang memadati lokasi acara. Sebagian kepala dusun se-Karang Sidemen hadir langsung menyaksikan pembukaan, didampingi Forum Mahasiswa Karang Sidemen yang jadi mitra lokal utama dalam program ini. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) pun turut membaur, disusul rekan-rekan Paguyuban Hukum dan barisan tokoh pemuda serta masyarakat setempat yang sama antusiasnya menyambut kedatangan mahasiswa. Suasana sore itu terasa hidup, jauh dari kesan seremoni kaku yang biasa dibayangkan orang.
Program pengabdian kali ini berjalan dengan arah yang jelas. Ada tiga pilar yang ditetapkan jadi fokus utama sepanjang dua bulan ke depan, yaitu pendidikan, ekonomi kreatif, dan pariwisata, tiga sektor yang dipilih karena dianggap paling mewakili potensi sekaligus kebutuhan nyata masyarakat Karang Sidemen saat ini.

Dalam sambutannya, Ketua BEM FHISIP UNRAM Nanang Wahyu Wirajuna mengingatkan bahwa apa yang akan dijalankan selama dua bulan ke depan bukan sekadar seremoni untuk menggugurkan kewajiban organisasi semata. “Pengabdian BEM FHISIP ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial yang hanya menggugurkan sebuah kewajiban berorganisasi, akan tetapi pengabdian ini merupakan implementasi ataupun wujud nyata dari tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian,” ujarnya di hadapan seluruh tamu yang hadir.

Mestinya, pembukaan ini diresmikan langsung oleh Kepala Desa Karang Sidemen. Tapi karena satu dan lain hal, kepala desa beserta jajaran perangkat desa berhalangan hadir, sehingga tugas membuka acara jatuh ke tangan pak Efendi, S.Ikom, selaku Kepala Dusun Karang Sidemen Atas. Mewakili masyarakat yang hadir, pak Efendi menyampaikan rasa syukur sekaligus harapannya untuk dua bulan mendatang. “Kami sangat bahagia dan senang karena BEM FHISIP UNRAM memilih Desa Karang Sidemen sebagai tempat pengabdian. Semoga kita semua dapat berkolaborasi ataupun bersinergi dengan baik selama tujuh Minggu mendatang,” katanya, disambut tepuk tangan hangat dari warga. Sambutannya ditutup dengan lantang mengumandangkan jargon khas Karang Sidemen, “Karang Sidemen?! Selapuk Pade Demen”, yang langsung disambut sorak gemuruh dari seluruh warga dan mahasiswa yang hadir, menyulut semangat kolektif yang terasa sampai ke sudut-sudut lokasi acara.

Begitu seremoni pembukaan usai, program pengabdian pun resmi berjalan. Mulai akhir pekan ini, mahasiswa BEM FHISIP UNRAM jadi bagian dari keseharian warga Karang Sidemen, turun langsung menggerakkan program kerja di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, dan pariwisata tiap akhir pekan selama tujuh minggu ke depan. Kolaborasi yang terjalin sejak hari pertama ini, melibatkan aparat dusun, forum mahasiswa lokal, sampai rekan KKN dari kampus lain, jadi modal awal yang diharapkan terus terjaga sampai program ini tuntas dan meninggalkan bekas yang lebih dari sekadar kenangan satu musim pengabdian.

laporan ; Riyan

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)