Sumbawa, infoaktualnews.com – Komitmen Pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program strategis, salah satunya rehabilitasi dan optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat yang dikelola Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batulanteh Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Proyek yang mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat pada Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp19 miliar dan dipercayakan kepada PT Duta Abadi sebagai kontraktor pelaksana.

Pekerjaan ini menjadi salah satu upaya penting untuk memperkuat infrastruktur penyediaan air minum sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Sumbawa.
Berdasarkan perkembangan terbaru, pelaksanaan proyek optimalisasi SPAM Semongkat telah mencapai progres sekitar 45 persen. Sejumlah item pekerjaan terus dikebut oleh pihak pelaksana guna mengejar target penyelesaian sesuai jadwal, yakni Desember 2026 mendatang.
Direktur Perumdam Batulanteh Kabupaten Sumbawa, H. Abdul Hakim, SE., yang akrab disapa Abi Akim, mengungkapkan bahwa pihaknya optimistis seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Optimisme tersebut didukung oleh ketersediaan material yang telah berada di lokasi proyek atau on site, serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk melanjutkan pekerjaan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan.

“Intinya, pihaknya optimistis seluruh item pekerjaan dapat rampung tepat waktu. Saat ini, progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 45 persen. Material juga sudah tersedia di lokasi dan kesiapan SDM terpenuhi,” ungkap Abi Akim saat dikonfirmasi media ini, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, optimalisasi SPAM Semongkat bukan sekadar pekerjaan rehabilitasi infrastruktur fisik, melainkan bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan kinerja sistem penyediaan air minum secara menyeluruh. Sasaran utamanya adalah memperbaiki kualitas air yang diproduksi, meningkatkan kemampuan produksi air, serta mendorong kontinuitas pelayanan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara lebih baik.

Ia menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus mendapat perhatian serius. Karena itu, keberadaan infrastruktur pengolahan air yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelayanan Perumdam Batulanteh kepada para pelanggan.
Rehabilitasi Bak Pengolahan Jadi Pekerjaan Utama
Abi Akim menjelaskan, salah satu komponen utama dalam proyek optimalisasi SPAM Semongkat adalah rehabilitasi bak pengolahan air beserta sejumlah bangunan pendukung lainnya. Perbaikan tersebut dinilai penting karena kondisi fasilitas pengolahan yang sudah tidak bekerja secara optimal dapat memengaruhi proses produksi dan kualitas air yang dihasilkan.
“Ini pekerjaan rehabilitasi bak pengolahan dan bangunan pendukung lainnya. Insya Allah, pekerjaan ini akan memberikan dampak yang baik terhadap pelayanan. Terutama dari segi kualitas air yang memang menjadi salah satu prioritas utama kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, perbaikan fasilitas pengolahan air harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan pelayanan publik. Infrastruktur yang berfungsi dengan baik akan membantu perusahaan daerah tersebut menjalankan proses produksi air secara lebih optimal sekaligus menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.
Menurutnya, keberhasilan proyek ini nantinya tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai penerima layanan.
Oleh karena itu, optimalisasi SPAM Semongkat diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi penting bagi penguatan sistem pelayanan air minum Perumdam Batulanteh di masa mendatang.
Sistem Filtrasi Diperbarui, Kualitas Air Diharapkan Meningkat
Lebih lanjut, Abi Akim menerangkan bahwa rehabilitasi bak pengolahan air juga mencakup pembaruan sejumlah komponen yang berkaitan dengan sistem filtrasi atau penyaringan air.
Komponen filtrasi memiliki peranan penting dalam proses pengolahan air sebelum didistribusikan kepada pelanggan. Ketika fasilitas dan komponen pendukungnya tidak lagi bekerja secara optimal, proses penyaringan dapat berlangsung lebih lambat dan memengaruhi efektivitas pengolahan.
Dengan adanya perbaikan dan pembaruan komponen tersebut, Perumdam Batulanteh berharap proses filtrasi dapat kembali berjalan lebih maksimal. Kondisi ini diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas air hasil produksi sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat menjadi semakin baik.
“Dengan diperbaikinya bak pengolahan air, tentu sistem filtrasi dan komponen lain yang mendukung proses pengolahan akan diperbarui. Harapannya, hal ini akan memberikan dampak positif terhadap kualitas air yang kita produksi,” cetusnya.
Peningkatan kualitas air menjadi perhatian penting karena masyarakat membutuhkan pelayanan air minum yang tidak hanya tersedia, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan.
Karena itu, rehabilitasi fasilitas pengolahan di SPAM Semongkat diharapkan dapat memperkuat kemampuan Perumdam Batulanteh dalam menjaga mutu air sebelum disalurkan kepada pelanggan.
Dengan sistem filtrasi yang lebih baik, proses pengolahan air diharapkan berlangsung lebih efektif sehingga produksi dapat berjalan lebih cepat sesuai kemampuan teknis fasilitas yang telah diperbaiki.
“Kalau sistem filtrasinya bagus, tentu proses produksinya bisa lebih cepat. Selama ini, prosesnya relatif lambat karena fasilitas filtrasi yang lama sudah tidak optimal. Insya Allah, melalui rehabilitasi ini akan ada dampak positif terhadap kuantitas produksi air,” paparnya.
Meski demikian, hasil akhir peningkatan produksi tetap akan bergantung pada kondisi sumber air baku, kapasitas instalasi, kinerja sistem pengolahan, serta kesiapan jaringan distribusi yang mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Oleh sebab itu, optimalisasi SPAM Semongkat diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperbaiki keseluruhan sistem penyediaan air minum, mulai dari proses pengolahan hingga penyaluran kepada pelanggan.
Kapasitas Produksi Air Diharapkan Lebih Optimal
Selain berorientasi pada peningkatan kualitas, proyek optimalisasi SPAM Semongkat juga diharapkan berdampak terhadap kuantitas atau kemampuan produksi air.
Abi Akim mengakui bahwa peningkatan kuantitas produksi diperkirakan tidak terlalu signifikan. Namun, perbaikan sistem filtrasi diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan air dibandingkan kondisi sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa fasilitas pengolahan yang lama mengalami penurunan optimalisasi sehingga proses penyaringan membutuhkan waktu lebih lama. Melalui rehabilitasi dan pembaruan sejumlah komponen, hambatan pada proses tersebut diharapkan dapat dikurangi.
Dengan sistem filtrasi yang lebih baik, proses pengolahan air diharapkan berlangsung lebih efektif sehingga produksi dapat berjalan lebih cepat sesuai kemampuan teknis fasilitas yang telah diperbaiki.
“Kalau sistem filtrasinya bagus, tentu proses produksinya bisa lebih cepat. Selama ini, prosesnya relatif lambat karena fasilitas filtrasi yang lama sudah tidak optimal. Insya Allah, melalui rehabilitasi ini akan ada dampak positif terhadap kuantitas produksi air,” paparnya.
Meski demikian, hasil akhir peningkatan produksi tetap akan bergantung pada kondisi sumber air baku, kapasitas instalasi, kinerja sistem pengolahan, serta kesiapan jaringan distribusi yang mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Oleh sebab itu, optimalisasi SPAM Semongkat diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperbaiki keseluruhan sistem penyediaan air minum, mulai dari proses pengolahan hingga penyaluran kepada pelanggan.
Kontinuitas Pelayanan Menjadi Target Berikutnya
Tidak hanya kualitas dan kuantitas produksi, aspek kontinuitas atau kesinambungan pelayanan juga menjadi perhatian Perumdam Batulanteh dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Kontinuitas pelayanan berkaitan dengan kemampuan perusahaan menyediakan air secara lebih stabil dan meningkatkan jam layanan kepada pelanggan. Aspek ini dinilai penting karena masyarakat membutuhkan ketersediaan air bersih untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga, sanitasi, kebersihan lingkungan, hingga aktivitas ekonomi.
Abi Akim berharap, setelah seluruh pekerjaan rehabilitasi dan optimalisasi selesai, sistem pengolahan air dapat bekerja lebih baik sehingga memberikan peluang bagi peningkatan jam pelayanan kepada masyarakat.
Dengan sistem yang lebih optimal, proses produksi diharapkan mampu mendukung distribusi air secara lebih efektif. Kendati demikian, peningkatan kontinuitas pelayanan nantinya tetap akan disesuaikan dengan kemampuan sumber air baku, kapasitas produksi, kondisi jaringan perpipaan, serta kebutuhan pelanggan di wilayah pelayanan.
“Kami berharap optimalisasi ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Bukan hanya kualitas air yang semakin baik, tetapi juga produksi yang lebih optimal dan kontinuitas pelayanan yang dapat ditingkatkan,” harapnya.
Kejar Target Penyelesaian Desember 2026
Di sisi lain, percepatan pekerjaan menjadi perhatian penting agar proyek optimalisasi SPAM Semongkat dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai sekitar 45 persen, ketersediaan material di lokasi, serta kesiapan tenaga kerja, Perumdam Batulanteh berharap seluruh tahapan pelaksanaan dapat berjalan sesuai rencana hingga batas waktu penyelesaian pada Desember 2026.
Penyelesaian tepat waktu menjadi penting agar manfaat dari investasi infrastruktur tersebut dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Namun, selain ketepatan waktu, kualitas pekerjaan dan kesesuaian dengan spesifikasi teknis juga perlu menjadi perhatian selama proses pelaksanaan hingga tahap akhir proyek.
Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan, pemenuhan standar teknis, serta koordinasi antara pihak terkait diharapkan terus dilakukan agar hasil rehabilitasi benar-benar mampu menunjang peningkatan kinerja SPAM Semongkat dalam jangka panjang.
Bagi Perumdam Batulanteh, keberhasilan proyek ini bukan semata-mata tentang rampungnya pekerjaan konstruksi, melainkan bagaimana infrastruktur yang telah diperbaiki dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelayanan air bersih masyarakat Kabupaten Sumbawa.
Investasi Infrastruktur untuk Pelayanan Publik
Optimalisasi SPAM Semongkat dengan anggaran sekitar Rp19 miliar tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat infrastruktur dasar di Kabupaten Sumbawa. Ketersediaan sistem pengolahan air yang memadai merupakan kebutuhan penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat sekaligus meningkatkan keandalan pelayanan perusahaan daerah.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap air bersih, pembenahan infrastruktur pengolahan dan distribusi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan pelayanan publik. Karena itu, proyek tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan sistem penyediaan air minum di wilayah pelayanan Perumdam Batulanteh.
Ke depan, masyarakat tentu berharap rehabilitasi dan optimalisasi SPAM Semongkat tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan positif yang dapat dirasakan pelanggan, terutama dalam hal kualitas air, ketersediaan pasokan, serta kepastian jam pelayanan.
Dengan progres yang terus berjalan dan target penyelesaian pada Desember 2026, Perumdam Batulanteh menyatakan optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai rencana.
Harapan akhirnya, optimalisasi SPAM Semongkat dapat menjadi momentum pembenahan pelayanan air bersih yang lebih berkualitas, lebih efektif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Tanah Samawa. (*Dy)











