SUMBAWA, infoaktualnews.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai menyiapkan langkah penanganan untuk mengantisipasi abrasi lanjutan sekaligus memastikan aksesibilitas masyarakat menuju Dusun Ai Bari, Kecamatan Wera Utara, tetap terjaga.
Upaya tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah menyusul potensi abrasi yang dapat berdampak terhadap kondisi wilayah pesisir dan akses mobilitas masyarakat. Pemkab Sumbawa kini mempersiapkan dua langkah strategis secara paralel, yakni penanganan abrasi melalui skema kedaruratan atau kebencanaan serta penyiapan jalur akses menuju wilayah terdampak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., menjelaskan bahwa pemerintah daerah tengah mengupayakan solusi penanganan yang dapat dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, untuk mengantisipasi abrasi lanjutan, Pemkab Sumbawa akan menempuh skema penanganan sementara melalui mekanisme penanganan bencana. Langkah ini disiapkan karena program rehabilitasi yang sebelumnya menjadi salah satu opsi penanganan sudah tidak tersedia lagi.
“Karena sudah tidak ada lagi program rehabilitasi, maka sementara akan kita tangani melalui skema penanganan bencana untuk mengantisipasi abrasi lanjutan,” jelas Budi.
Penanganan Abrasi Menunggu Pemetaan Lapangan
Budi menegaskan, bentuk penanganan fisik yang akan dilakukan nantinya harus disesuaikan dengan kondisi faktual di lapangan. Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan peninjauan untuk mengidentifikasi titik-titik yang membutuhkan penanganan prioritas.
Pemetaan tersebut mencakup penentuan lokasi serta pengukuran koordinat secara akurat. Hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi wilayah terdampak.
Terkait rencana tersebut, Pemkab Sumbawa telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Koordinasi lintas instansi ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan langkah teknis penanganan, termasuk menentukan bentuk intervensi yang memungkinkan dilakukan untuk mengurangi risiko abrasi lanjutan.
Akses Menuju Dusun Ai Bari Turut Dipersiapkan
Selain mengantisipasi abrasi, Pemkab Sumbawa juga memberikan perhatian terhadap aksesibilitas menuju Dusun Ai Bari. Pemerintah daerah akan meninjau kondisi bahu jalan serta mengidentifikasi jalur yang memungkinkan dimanfaatkan sebagai akses menuju wilayah tersebut.
Persiapan ini dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap menjadi perhatian, terutama apabila perkembangan abrasi berpotensi mengganggu jalur yang selama ini digunakan warga.
Pemerintah daerah juga telah melakukan koordinasi awal terkait rencana penyiapan akses tersebut. Selanjutnya, kondisi lapangan akan dikaji lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan jalur yang dapat digunakan beserta kebutuhan penanganannya.
“Dua poin itu yang sekarang kita siapkan, yaitu penanganan abrasi dan aksesibilitas menuju Dusun Ai Bari,” ujarnya.
Pemetaan Menjadi Dasar Penentuan Langkah Berikutnya
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Sumbawa akan melakukan pemetaan dan pengukuran di lapangan, termasuk menentukan titik koordinat lokasi yang memerlukan penanganan.
Data hasil peninjauan tersebut nantinya menjadi dasar bagi pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk menentukan bentuk intervensi, kebutuhan teknis, serta langkah pembangunan yang dapat dilakukan sesuai kondisi lapangan.
Melalui persiapan tersebut, pemerintah daerah berupaya mengantisipasi risiko abrasi sekaligus menjaga keterhubungan akses menuju Dusun Ai Bari. Namun, bentuk penanganan fisik dan jalur akses yang akan digunakan masih memerlukan kajian serta penentuan lebih lanjut berdasarkan hasil pemetaan.
Penanganan abrasi dan penyiapan aksesibilitas ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko bencana sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. (IA*)









