SMK Negeri 1 Keruak Dipercaya Uji Kompetensi Calon Pekerja Migran ke Taiwan

InfoaktualNews.com || Lombok Timur – SMK Negeri 1 Keruak, Lombok Timur, dipercaya menjadi salah satu sekolah tempat pembekalan dan uji kompetensi dalam Program SMK Go Global Tahun 2026 yang digagas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Sekolah tersebut dipercaya menangani bidang keterampilan aquaculture atau budidaya perikanan sebagai bagian dari persiapan calon pekerja migran Indonesia menuju pasar kerja internasional.

Kepercayaan tersebut diberikan setelah SMKN 1 Keruak melalui tahapan survei kelayakan yang dilakukan oleh Balai Layanan Penempatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat. Hasil survei menjadi dasar sekolah tersebut dipilih sebagai lokasi pembekalan dan uji kompetensi bagi peserta yang akan dipersiapkan bekerja melalui program tersebut.

Kepala SMK Negeri 1 Keruak, Muhamad Royani Johari, mengatakan program tersebut merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi calon pekerja migran sebelum ditempatkan di negara tujuan. Ia menegaskan, peserta tidak dibebankan biaya untuk mengikuti program tersebut.

“Program ini langsung perintah Presiden Prabowo, tanpa dipungut biaya sepeser pun,” jelas Muhammad Royani Johari kepada media ini, Rabu (7/10).

Menurut Royani, pelaksanaan uji kompetensi menjadi salah satu tahapan awal yang harus dilalui peserta sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Melalui uji kompetensi tersebut, kemampuan peserta dalam bidang aquaculture akan dinilai dan dipastikan sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan di negara tujuan.

Untuk tahap awal, sebanyak 20 peserta mengikuti uji kompetensi keterampilan aquaculture di SMKN 1 Keruak. Jumlah tersebut menjadi peserta awal yang mengikuti proses pembekalan melalui program SMK Go Global di sekolah tersebut.

“Sementara ini peserta yang mengikuti uji kompetensi berjumlah 20 orang. Ini menjadi tahapan awal, setelahnya mereka akan dibekali dengan kemampuan bahasa negara tujuan,” kata Royani.

Royani menjelaskan, keterampilan aquaculture yang diberikan dalam program tersebut dipersiapkan secara khusus untuk kebutuhan penempatan tenaga kerja ke Taiwan. Karena itu, selain memiliki kemampuan teknis, peserta nantinya juga harus memiliki kemampuan berbahasa yang dibutuhkan untuk berkomunikasi di lingkungan kerja.

“Uji kompetensi keterampilan aquaculture ini dipersiapkan untuk negara Taiwan,” tambah Royani.

Program SMK Go Global sendiri dirancang untuk meningkatkan kapasitas calon pekerja migran Indonesia melalui pelatihan keterampilan, bahasa internasional dan kompetensi kerja. Pemerintah menempatkan peningkatan keterampilan sebagai bagian penting agar calon pekerja migran memiliki kesiapan sebelum memasuki pasar kerja internasional.

Dalam materi program disebutkan, pelatihan tidak hanya menyasar keterampilan teknis. Peserta juga dibekali kompetensi keselamatan dan kesehatan kerja, soft skills seperti komunikasi dan budaya kerja, kemampuan bahasa asing serta pemahaman mengenai lingkungan kerja dan budaya masyarakat di negara tujuan.

Bidang pelatihan yang disiapkan dalam SMK Go Global juga cukup beragam, mulai dari hospitality, kesehatan, manufaktur, konstruksi, pertanian, transportasi hingga sektor seabase. Aquaculture yang menjadi bidang pembekalan di SMKN 1 Keruak masuk dalam sektor pertanian dan kelautan yang menjadi salah satu kebutuhan keterampilan tenaga kerja.

Program tersebut membuka peluang penempatan ke sejumlah negara dan kawasan, di antaranya Malaysia, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Timur Tengah dan Eropa. Setiap peserta diarahkan mengikuti pelatihan sesuai dengan bidang pekerjaan dan negara tujuan yang dipilih.

Untuk SMKN 1 Keruak, keterampilan aquaculture menjadi fokus karena pembekalan yang dilakukan diarahkan untuk kebutuhan tenaga kerja ke Taiwan. Dengan demikian, peserta tidak hanya dipersiapkan secara teknis, tetapi juga akan mengikuti pembekalan bahasa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja di negara tujuan.

Program ini menggunakan metode pelatihan luring atau tatap muka. Pelatihan dapat dilaksanakan melalui lembaga vokasi, termasuk SMK, BLK pemerintah daerah, LPK, LKP, perguruan tinggi maupun lembaga vokasi kementerian. Durasi pelatihan disesuaikan dengan program yang diberikan, sedangkan sertifikasi dalam materi program tercantum selama satu hingga dua hari.

Bagi masyarakat yang berminat mengikuti program tersebut, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya berusia minimal 18 tahun, memiliki KTP dan KK, membuat surat pernyataan kesanggupan mengikuti program serta menyatakan minat bekerja ke luar negeri.

Calon peserta juga harus menyiapkan sejumlah dokumen pendukung, seperti surat izin dari orang tua/wali atau suami/istri, ijazah pendidikan terakhir serta dokumen kompetensi yang berkaitan dengan bidang teknis, bahasa atau pengalaman pekerjaan yang dipilih.

Kehadiran Program SMK Go Global di SMKN 1 Keruak sekaligus membuka peluang bagi masyarakat Lombok Timur untuk mendapatkan pembekalan kerja internasional melalui jalur pendidikan dan pelatihan yang lebih terarah. Dengan adanya uji kompetensi aquaculture dan pembekalan bahasa Taiwan, peserta diharapkan tidak hanya siap berangkat, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dijalani.

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai program tersebut diimbau menggunakan kanal resmi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI. Informasi dalam materi program juga mencantumkan Call Center 0800 1000 sebagai salah satu kanal informasi. Pesan pentingnya, calon pekerja migran perlu memastikan seluruh proses dilakukan melalui jalur resmi dan tidak menyerahkan uang kepada pihak yang menjanjikan keberangkatan atas nama program pemerintah.

laporan : Riyan

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)