Sumbawa, infoaktualnews.com – Pasca melakukan aksi pada Kamis lalu di Kantor Bupati Sumbawa dan DPRD Kabupaten Sumbawa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali mendatangi gedung DPRD Kabupaten Sumbawa, Senin (4/4) dalam acara Hearing terkait Kesiapan Pemda Sumbawa dalam perhelatan MXGP Samota Sumbawa.
Tampak hadir pada hearing tersebut, Wakil Ketua I DPRD Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori, Hamzah Abdullah Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Saad SAP, Ahmadul Kusasih, SH, dan Adizul Sahabuddin, M.Si serta Sekretaris Dewan, Ir. Ahmad Yani
Menindaklanjuti surat masuk PMII, terkait persiapan dan pelaksanaan MXGP Samota Sumbawa, kita kembali bertemu bersama Pemerintah Daerah untuk mendengar, bagaimana persiapan, dan siapa yang terlibat. Sehingga multi player efek yang diinginkan oleh Sumbawa dari durian runtuh bernama MXGP bisa berbuah manis bagi tau dan Tana Samawa, kata Ansori akrab disapa politisi Gerindra ini sembari membuka hearing.
Perwakilan PMII yang hadir menyampaikan pandangannya bahwa hasil aksi dan diskusi sebelumnya persiapan Pemda masih dianggap nol persen.
“Asumsi yang kita pegang bahwa persiapan MXGP masih nol persen, karena tidak ada gambaran sama sekali angggaran yang dibutuhkan,” cetus ketua PMII Cabang Sumbawa Rizal.
Dikatakan Rizal, kami minta gambaran persiapan dari dinas terkait, Kita udah aksi, dan hasilnya kita tidak dapat apa apa. Sebaiknya Pemda menjelaskan apa yang dituntut massa.

Menyikapi hal tersebut, Ir. Lalu Suharmaji Kertawijaya, ST., MT, selaku koordinator fasilitasi MXGP menanggapi bahwa, persiapan MXGP sudah dimulai sejak Desember 2021.
Dijelaskannya, terkait dengan MXGP, sudah dimulai prosesnya pada tanggal 24 Desember tahun 2021 lalu, mulai dari pusat datang ke Sumbawa untuk melihat lokasi, apakah mampu?, Dalam artian lokasinya memenuhi syarat atau tidak. Selanjutnya seiring perjalanan waktu, pada tanggal 24 Januari 2022 keluarlah rilis resmi dari tim Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) bahwa Sumbawa ditunjuk sebagai salah satu lokasi MXGP. jelas Mamiq Suharmaji akrab disapa Asisten II ini.
Lanjut Mamiq Suharmaji, MXGP pelaksanaanya berasaskan B to B atau bisnis to bisnis, promotor yang ditunjuk adalah PT STI merupakan Perusahaan yang biasa melaksanakan MXGP seperti yang digelar tahun 2019 dia melaksanakan di Palembang, dan di Semarang, terangnya.
PT Sentra Talenta Indonesia, (STI) Kata Suharmaji, menggandeng PT Samota Indonesia Gemilang untuk Perhelatan di Sumbawa karena dianggap lebih memahami kondisi lapangan. Progressnya saat ini sudah 50 persen. “kami sudah mengirimkan data lengkap bagaimana Sumbawa, apa sarananya yang ada di Sumbawa, Ini adalah salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah kita, bahkan di NTB dan Indonesia,” ungkapnya.
Prihal yang ditanyakan oleh para Mahasiswa PMII terkait dengan alokasi anggaran, tidak ada dalam penanganan event tersebut, Kita persiapkan hanyalah bagaimana menerima tamu, penataan dan menghias kota, itulah yang kita lakukan. Bahkan lampu-lampu jalan kita benahi dan kasih terang, istilahnya peran APBD muncul karena memang sudah ada menu pekerjaan yang sama tinggal digeser dan ini dibenarkan dalam kondisi darurat dan hal penting Daerah. papar Suharmaji.
Kalau pembangunan di dalam sirkuit itu tidak ada peran APBD Karena itu murni bisnis to bisnis. Peran kita semua adalah bagaimana UMKM kita itu muncul, dari adik-adik mahasiswa ini mana inovasinya. timpalnya.
“Harapan kita seperti pengadaan gantungan kunci, dan bahan-bahan lokal bisa dimanfaatkan sebagai marcendais yang bernilai. Sehingga bisa memberikan dampak yang positif bagi kita,” pungkasnya.
Sementara itu, kepala BKAD Tarunawan, SP.,. Mengatakan, peran sebagai tuan rumah adalah melayani tamu dengan sebaik-baiknya. Sebagai tuan rumah, maka kita akan mempercantik daerah kita dan sekitarnya, Terkait dengan penganggaran APBD, Semuanya telah diputuskan di kantor DPRD Kabupaten Sumbawa, semuanya sudah jelas tidak mungkin bisa diganggu.
Lanjut Tarunawan akrab disapa pejabat ini, Apabila ada hal Darurat dan peristiwa penting maka bisa dilakukan pergeseran, bukan mengubah APBD. Seperti ketika menggelar MXGP, maka jalan utama atau wilayah sekitarnya perlu kita benahi, caranya adalah menggeser anggaran untuk pekerjaan yang sama di lokasi tersebut. Ini dibenarkan dalam APBD dengan mekanisme tertentu atas dasar darurat dan mendesak. terangnya.
Kehadiran MXGP di daerah kita kata Tarunawan, Tentu sebagai tuan rumah yang baik, maka perlu membenahi agar ketika dilihat dan dikunjungi oleh berbagai negara dari Inggris, Amerika, Portugal dan berbagai negara lainnya tidak mencoreng atau membuat malu kita.
“Ketika jalannya bolong-bolong siapa yang malu, maka kita juga yang malu, rencananya MXGP dikontrak 4 tahun. hal ini bisa saja nggak jadi apabila Perhelatan perdananya tidak sukses. Atau dikatakan Sumbawa enggak Siap,” ujar tarunawan.
Demikian pula item pekerjaan lainnya yang ada di Dinas kita sesuaikan. Sampai dengan hari ini itulah yang kita gunakan. Belum ada anggaran yang terpakai khusus untuk MXGP, hanya menggunakan pos-pos yang ada ini. Untuk memperbaiki dan mempercantik kabupaten Sumbawa, Sehingga layak dilihat oleh siapa saja. pungkasnya.
Atas pemaparan Pemerintah Daerah, Ketua komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa, Hamzah Abdullah memberikan apresiasi sebanyak-banyaknya atas kepercayaan Sumbawa menjadi tuan rumah MXGP
Kata cha akrab disapa politisi Gerindra ini, terkait pertanyaan apa yang Sumbawa dan masyarakat Sumbawa dapatkan? dan kekhawatiran teman PMII sudah terjawab. Mengenai mempercantik lokasi apakah itu dari Dinas PUPR bukan langsung akan tetapi pasti mempunyai regulasi. Itupun tidak semaunya dinas terkait. Pasti dari perencanaan dan itu menjadi kebutuhan utamanya.
Karena itu, mempercantik lokasi MXGP itu apalagi kalo berkaitan dengan Dinas PUPR kami akan sering berkoordinasi dengan dinas PUPR karena komisi III DPRD bermitra dengan Dinas PUPR, cetus Cha.
Lanjut cha, pasti ada kebutuhan masyarakat lainnya dan insya Allah kekhawatiran teman PMII bisa terjawab nanti.
“Kalau saya baca tentang UMKM, saya sepakat karena MXGP ini skala Internasional maka syarat-syarat yang disampaikan oleh dinas terkait tentang halal, BPOM, dan sebagainya memang itu wajar. Karena kita berindonesia maka itu pola yang wajib kita ikuti. Peluang UMKM yang belum memenuhi persyaratan oleh dinas koperindag, perlu diberikan ruang atau lokasi yang dapat digunakan oleh masyarakat lokal,” terangnya.
“Saya sepakat kalau yang dibutuhkan oleh peserta dan negara negara-negara diluar Indonesia wajib mengikuti apa yg disyaratkan oleh dinas terkait,” pungkasnya.
Diakhir pertemuan Pimpinan Rapat mengulas bahwa dengan adanya MXGP nantinya telah merubah wajah kota Sumbawa menjadi lebih cantik.
“Kami merasakan bahwa setelah ditunjuk menjadi tuan rumah MXGP rasanya Sumbawa ini semakin hari semakin cantik. Seperti banyaknya cafe-cafe dan kuliner yang muncul di berbagai tempat. Kami bangga dengan ini membuat suasana Sumbawa semakin nyaman,” ucap Ansori.
Demikian pula penginapan hotel mulai bergeliat, juga kendaraan yang dulunya susah dengan hadirnya Grab sekarang menjadi mudah. Dan ini menjadi tanda – tanda bahwa Sumbawa dalam menyambut MXGP akan betul betul bermanfaat bagi masyarakat sumbawa. Pungkas politisi Gerindra Ansori. (IA-Dy/Ar)












