Sumbawa, infoaktualnews.com – Salah satu bendungan terbesar di NTB dan masuk dalam proyek strategis nasional yang tengah dibangun di Kabupaten Sumbawa NTB saat ini adalah pembangunan Bendungan Beringin Sila (BBS) di Kecamatan Utan, dengan kegiatan peletakan batu pertamanya (Ground Breaking) dilakukan sejak 21 Januari 2019 lalu, dengan menyerap anggaran Pusat sekitar Rp 1 Triliun lebih itu dengan pelaksanaan pekerjaan menggunakan sistem tahun jamak (Multi Years) dipercayakan penanganan pembangunan fisiknya untuk paket (1) oleh PT Brantas Abipraya kerjasama operasional (KSO) dengan PT Mina, dan paket (2) dikerjakan oleh PT Nindya Karya KSO dengan PT Bunga Raya Lestari.
Sejauh ini progres fisik pembangunan infrastrukturnya telah mencapai sekitar 81 persen, ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Beringin Sila Agus Nurdiansyah, ST., MT, kepada awak media, Kamis (23/6).
Dijelaskan, sejauh ini sejumlah item pekerjaan yang dilaksanakan baik itu bangunan spillway (pelimpah), bangunan fasilitas dan jalan akses serta pekerjaan lainnya, dengan capaian progres fisik sampai saat ini cukup baik, dengan pekerjaan yang tengah dilakukan saat ini item urugan pada maindam, dengan pelaksanaan paket I dan II jauh melebihi target yang ditentukan, sehingga optimis pembangunan Bendungan Beringin Sila tersebut akan dapat dituntaskan hingga awal tahun 2023 mendatang, tukasnya.
PPK Agus Nurdiansyah lebih jauh menjelaskan Bendungan Beringin Sila secara teknis memiliki tampungan air sebesar 27,46 juta meter kubik (M3) dengan tinggi 80 meter dan panjang 787,58 meter akan mampu mengairi sawab ber-irigasi seluas 3.500 Ha dengan suplay air baku mencapai 76 liter/detik, yang diharapkan kedepan Bendungan Beringin Sila ini akan dapat menjadi penyokong utama Kabupaten Sumbawa sebagai lumbung pangan nasional di NTB.
Bendungan Beringin Sila progres pembangunan fisiknya cukup bagus dan kini telah mencapai sekitar 81 persen, Dimana pada Jum’at (24/6) lalu, Kajati NTB dan rombongan didampingi Kepala Balai BWS-NT1 telah melihat langsung progres fisik yang dihasilkan di lapangan, dengan rencana “Infounding” pengisian air bendungan akan dilaksanakan pada bulan September mendatang.
Dan pihak rekanan kontraktor pelaksana telah menambah kekuatan alat berat dan sebagainya untuk mengejar hal tersebut, dengan kontrak pekerjaan harus tuntas dan diselesaikan pada Juni 2023 mendatang, dengan panjang terowongan Inlet – Outlet nya itu sejauh 700 meter juga telah tuntas dikerjakan selama 6 bulan saja, membuat progresnya mengalami kemajuan. Sejauh ini dalam pelaksanaannya di lapangan tak ditemui adanya kendala yang berarti, papar PPK Agus Nurdiansyah. (IA)












