Sumbawa, infoaktualnews.com – Pemda Sumbawa bersama DPRD Sumbawa dalam tahun anggaran 2022 mengalokasikan anggaran bantuan lewat APBD Sumbawa berupa paket pokok pikiran (Pokir, red) aspirasi anggota DPRD Sumbawa mencapai sekitar Rp 3 Miliar lebih.
Dimana pokir Dewan tersebut akan diperuntukkan untuk menunjang program perikanan. Salah satunya, paket pengadaan 232 uni mesin ketinting bagi para nelayan, saat ini dalam proses pelaksanaan lelang tender di ULP Setda Sumbawa, ungkap Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa H Burhanuddin, S.Pi.,kepada awak media, Jumat (12/8).
Bantuan Pokir Dewan ini, diperuntukkan untuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan yang tersebar di sejumlah Kecamatan terang Haji Bur, Baik itu di Kecamatan Alas Barat, Alas, Utan sampai Empang dan Tarano, dalam bentuk bantuan berupa alat perikanan tangkap seperti jaring, bumbuh, mesin genzet, mesin diesel, mesin ketinting dan lainnya sebagian besar telah tuntas dan disalurkan oleh pemilik Pokir sejumlah anggota DPRD Sumbawa.
“Diharapkan, dengan adanya bantuan Pokir Dewan tahun anggaran 2022 ini yang diperuntukkan bagi para nelayan di daerah ini akan dapat membantu dan memberikan semangat bagi para nelayan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan sesuai dengan aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dan sasarannya yang terpenting adalah dengan adanya peningkatan sarana dan prasarana, maka akan diikuti oleh adanya peningkatan produksi bagi para nelayan, dengan jumlah nelayan Sumbawa saat ini tercatat di atas 10.000 orang yang tersebar di seluruh Kecamatan,” papar Haji Bur akrab ia disapa.
Pengadaan sejumlah alat perikanan tangkap dari Pokir Dewan itu sambung Haji Bur, saat ini tinggal satui paket saja yakni berupa pengadaan 232 unit mesin ketinting 6,5 PK Pokir dari Pak Abdul Rafiq SH (Ketua DPRD Sumbawa) dengan nilai anggaran mencapai Rp 696 Juta.
Seluruh dokumen tendernya telah diserahkan kepada pihak ULP Setda Sumbawa untuk dilakukan tender, setelah sebelumnya secara teknis telah dilakukan review dan probity audit oleh Inspektorat Sumbawa. “Kami optimis jika tendernya tuntas dan dibuatkan kontrak Agustus ini, maka paling lambat Nopember mendatang ratusan unit mesin tersebut sudah bisa disalurkan kepada kelompok nelayan penerima manfaat,” tungkasnya (IA*)












