Sumbawa, infoaktualnews.com – Keseriusan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia terkait dengan program proyek pembangunan klaster tambak dilokasi rencana pembangunan Shrim Estate di Kabupaten Sumbawa NTB pada tahun anggaran 2023 ini, ternyata ditindaklanjuti oleh KKP melalui Dirjen Perikanan dengan menurunkan tim dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo Jawa Timur ke Kabupaten Sumbawa Kamis (26/1).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa Rahmat Hidayat S.Pi MT dalam keterangan Persnya membenarkan kalau hari ini dirinya bersama tim teknis dari BPBAP Situbondo Jawa Timur sesuai dengan perintah dari Dirjen Perikanan KKP.RI, telah turun melakukan action lapangan untuk melakukan kegiatan survey sekaligus tim melakukan kegiatan identifikasi dan verifikasi calon lokasi tambak klaster yang berada di wilayah Kecamatan Moyo Utara, dengan rencana pembangunannya dilaksanakan dalam tahun anggaran 2023 ini.
Pembangunan klaster tambak konsepnya lebih kurang sama seperti shrimp esteta terang Dayat akrab pejabat muda low profil ini disapa, namun nilai anggarannya tidak besar hanya mencapai sekitar Rp 6 Miliar untuk 2 paket klaster tambak yang diharapkan kedepan sejumlah kelompok tani setempat dapat melakukan kegiatan pembudidayaan tambak udang dengan luas areal lahan yang dibutuhkan mencapai sekitar 1,5 – 2 hektar, dimana dari hasil pendataan dan identifikasi memang di wilayah Moo Utara tersebut memiliki potensi lahan yang cukup luas dan suda ada terbentuk 7 kelompok pembudidayaan udang, tukasnya.
“Namun, peran dari DKP Sumbawa disini sifatnya hanya memfasilitasi dan tidak bisa mengambil kebijakan ataupun menentukan lokasi lahan atau kelompok mana yang mendapatkan manfaat dari kedua paket program klaster tambak dimaksud, sebab semuanya menjadi kewenangan pusat, dimana tim BPBAP Situbondo Jawa Timur yang diturunkan itu nantinya terkait dengan hasil survey, identifikasi dan verifikasi secara teknis yang dilakukan itu akan diberikan nilai skoring masing-masing, tentu dipilih skoring tertinggi dan dinilai benar-benar layak secara teknis sebagai lokasi yang tepat bagi pelaksanaan pembangunan kluster tambak dimaksud, dimana Pemerintah selain membangunan dan menata konstruksi kluster tambaknya, juga akan disertai dengan bantuan sejumlah peralatan pembudidayaan udang seperti kincir, pakan dan benih udang itu sendiri, karena itu kami berharap kelompok tani pembudidayaan penerima manfaat nantinya agar benar-benar mengelolanya dan memanfaatkan program klaster tambak tersebut dengan sebaik-baiknya,” pungkas Dayat. (IA)












