SUMBAWA, Infoaktualnews.com – Seiring dengan perkembangan dan penambahan jumlah penduduk dan perumahan di Kabupaten Sumbawa, seiring dengan itu pula setiap tahun jumlah volume sampah yang dihasilkan dari masyarakat semakin meningkat dan bahkan cakupan wilayah pelayanan pengangkutan sampahpun semakin luas, sementara disisi lain jumlah personel petugas kebersihan dan dukungan sejumlah sarana prasarana penunjang kendaraan angkutan sampah jumlahnya terbatas dan bahkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan, karena itu kedepan diharapkan kepada Pemda Sumbawa agar sejumlah sarana kendaraan angkutan sampah yang ada dapat dilakukan peremajaan, ungkap Kepala UPTD Persampahan DLH Sumbawa Yulhaidir SH didamingi Ka TU UPTD Amri Rahman SAP.
Saat ini jumlah tenaga pada UPTD Persampahan terang Yulhaidir, mencapai total sebanyak 156 orang terdiri dari 134 orang petugas kebersihan dan Admin serta 22 orang berstatus ASN, dimana dalam pelaksanaan tugas kinerja penanganan kebersihan (sampah) setiap hari hanya didukung oleh kendaraan angkutan sebanyak 11 unit plus 4 unit Amrol, Excavator dan Loader yang berada di TPA Raberas, dengan jumlah kendaraan dump truck yang mengalami rusak berat dan sulit dilakukan perbaikan sebanyak 1 unit, dua unit Amrol dan 1 unit loader juga mengalami kerusakan, sehingga petugas kebersihan ataupun operator mengalami kesulitan dilapangan dalam melaksanakan tugasnya, karena secara bergantian setiap harinya bergelut dengan smapah tanpa ada hari libur, tukasnya.

Setiap hari petugas kebersihan dengan kendaraan angkutan sampah yang masih bisa beroperasi merupakan kendaraan yang usianya sudah mencapai belasan tahun (1997 – 1998) dengan sistim retasi 29 ret dengan jumlah volume sampah yang diangkut ke TPA Raberas sehari mencapai sekitar 232 meter kubik (M3) atau dalam satu kali jalan mencapai 8 M3 sambung Ka TU Amri Rahman, dengan lokasi wilayah kerja meliputi kota Sumbawa Besar dan sekitarnya, pasar Seketeng, Brang Bara, Brang Biji dan Labuhan Sumbawa, sejumlah sekolah, perkantoran, kompleks perumahan dan bahkan mengambil dan mengankut sampah dari sejumlah pasar di Kecamatan Plampang, Langam Lopok, Utan, Moyo Hilir dan Moyo Utara, belum lagi sampah yang dihasilkan dari layanan mandiri, ujarnya.
“Terkait dengan belum ada kejelasan dari Pusat tentang nasib para petugas kebersihan dapat diangkat menjadi PPPK ataupun ASN, sejauh ini para petugas kebersihan sesuai dengan kesepakatan akan tetap konsen melaksanakan tugas dan kinerjanya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan honor/gaji yang diperoleh setiap bulannya tidak lebih dari Rp 1,5 Juta perbulan dibawah standar UMK Sumbawa, plus BPJS Kesehatan dari Pemda Sumbawa dan BPJS Ketenagakerjaan, namun kami berharap kedepan dalam rangka lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sudah saatnya Pemda Sumbawa memikirkan bagaimana melakukan penambahan sejumlah armada angkutan sampah atau dilakukan peremajaan, mengingat belasan dump truck yang beroperasi selain umurnya sudah tua, juga tenaga kebersihan operator dan sopir dengan terpaksa secara bergantian menggunakan kendaraan yang ada dengan menggenjotnya setiap hari, dan dikhawatirkan lambat laun akan mengalami kerusakan, karena itu perlu ada peremajaan armada baru,” pungkasnya (IA)












