BANDUNG,infoaktualnews.com – Guna meningkatkan produktifitas ekonomi sektor Kehutanan Perhutani Bandung Utara membantu pendirian koperasi bagi masyarakat sekitar hutan yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).
Manuver tersebut merupakan aktualisasi dari program Kerjasama Kemitraan Perhutani Produktif (KKPP) yang digulirkan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
” Program KKPP ini untuk LMDH yang punya badan usaha seperti koperasi,” kata Endan Cahyadi KSS Komunikasi Perusahaan Perhutani KPH Bandung Utara, di Bandung, Jumat (22/9/2023).
Sebelumnya kegiatan kerjasama kelola hutan Perhutani Bandung Utara dengan LMDG secara kelembagaan. Melalui program KKPP kerjsama dilakukan dengan entitas bisnisnya yaitu koperasi yang didirikan LMDH.
Dari sisi manfaat, diakui Endan kerjasama dengan koperasi memiliki cakupan yang lebih luas dan menguntungkan LMDH.
” Akan lebih banyak manfaatnya jika kerjasama dengan entitas bisnisnya yaitu koperasi LMDH. Dari sisi pengembangan bisnis intinya lebih menguntungkan. Permodalan juga bisa diakses lebih terbuka,” bebernya.
Program KKPP baru digulirkan tahun ini dengan tujuan untuk meningkatkan produktifitas masyarakat secara ekonomi dibidang kehutanan.
Saat ini dari 56 LMDH yang ada di wilayah Perhutani Bandung Utara baru 4 yang memiliki koperasi. Dan tahun ini Perhutani Bandung Utara menargetkan 25 persen koperasi dari LMDH yang ada terbentuk.
Disamping banyak komoditi kehutanan, namun Selama ini Perhutani Bandung Utara dikenal sebagai lumbungnya objek wisata yang banyak diminati masyarakat. Dimana dalam pengelolaan nya bekerja sama dengan LMDH.
” Ada banyak komoditi di Bandung Utara tapi wisata lebih menjanjikan. Saya optimis kalau kerjasama pengelolaan wisata dengan koperasi LMDH kesejahteraanmya bisa lebih meningkat, ” tegasnya.
Dalam rangka membantu pendirian koperasi LMDH, Perhutani Bandung Utara juga melakukan kordinasi dengan Dinas Koperasi.
Endan berharap program KKPP dapat dimanfaatkan oleh LMDH sebaik mungkin karena akan lebih menghidupkan bisnis wisata diwilayah Bandung Utara.
” Peluang ini harus dimanfaatkan dengan optimal karena ini akan mendorong meningkatan taraf hidup masyarakat sekitar hutan yang terlibat dalam kerjasama kelola wisata, ” pungkasnya (***)












