SUMBAWA, infoaktualnews.com — Duka mendalam menyelimuti warga Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Kebakaran hebat yang terjadi pada Minggu dini hari, 22 Maret 2026 sekitar pukul 00.15 WITA, meluluhlantakkan puluhan rumah warga di RT 01-02/RW 02. Dalam hitungan jam, api yang berkobar ganas menghanguskan tempat tinggal, harta benda, serta meninggalkan luka batin bagi para korban yang terdampak.

Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap itu membuat kepanikan tak terhindarkan. Warga berusaha menyelamatkan diri dan keluarga dengan peralatan seadanya, sementara kobaran api terus membesar dan menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya. Hingga api berhasil dipadamkan, puluhan rumah dilaporkan hangus terbakar, menyisakan puing-puing dan kenangan yang kini hanya tinggal abu.

Di tengah musibah tersebut, solidaritas dan kepedulian pun langsung mengalir. Sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di wilayah Sumbawa bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi. Tanpa menunggu lama, bantuan dari Gubernur NTB, Miq Iqbal, langsung disalurkan kepada para korban terdampak.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Wilayah IV Sumbawa, Junaidi, S.Pd., M.Pd., saat dikonfirmasi pada Selasa (24/3), menyampaikan rasa empati dan duka mendalam atas musibah yang menimpa warga Dusun Pok Desa Kalimango Kecamatan Alas.
“Kami turut merasakan kesedihan yang dialami para korban. Ini bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga kehilangan kenangan dan harapan yang dibangun selama bertahun-tahun,” ungkap Jun akrab disapa.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, kata Jun, pihaknya menyerahkan langsung bantuan dari Gubernur NTB kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut berupa uang tunai sebesar Rp20 juta, 200 dus mie instan, serta 150 dus air mineral yang diharapkan dapat meringankan beban para korban dalam masa tanggap darurat. bebernya.
“Hari ini kami hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan bahwa para korban tidak sendiri. Pemerintah hadir bersama masyarakat dalam menghadapi musibah ini,” sambung Jun.

Lebih lanjut, Jun menjelaskan bahwa, bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong dari berbagai instansi di bawah naungan Pemerintah Provinsi NTB. Di antaranya Cabang Dinas Dikpora Wilayah IV Sumbawa bersama para kepala sekolah SMA, SMK, dan SLBN se-Kabupaten Sumbawa, UPTD Samsat, Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi, serta Balai Ketenagakerjaan Pulau Sumbawa.
Kebersamaan ini, terang Jun, menjadi bukti bahwa di tengah musibah, semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat dan pemerintah.

“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi para korban untuk bangkit kembali dan menata kehidupan mereka ke depan,” cetus Jun.
Sementara itu, warga berharap adanya perhatian berkelanjutan, terutama dalam proses pemulihan pasca kebakaran, termasuk pembangunan kembali rumah serta dukungan kebutuhan dasar lainnya.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat. Namun di balik duka, tersimpan nilai kemanusiaan yang begitu besar—bahwa dalam kesulitan, selalu ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu.
Kini, Dusun Pok mungkin dipenuhi puing-puing, namun harapan tak ikut terbakar. Bersama kepedulian dan kebersamaan, warga perlahan akan bangkit, membangun kembali kehidupan yang sempat porak-poranda. (*)












