Sumbawa, infoaktualnews.com – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah selatan Kabupaten Sumbawa kembali menjadi sorotan publik. Politisi Partai Demokrat sekaligus Anggota Komisi II DPRD Sumbawa, Juliansyah, secara tegas mendorong Pemerintah Daerah agar segera mengambil langkah strategis dengan mengusulkan perbaikan jalan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).

Menurut Juliansyah, kondisi ruas jalan di wilayah Ropang–Lantung saat ini sangat memprihatinkan. Kerusakan yang terjadi tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Padahal, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga kebutuhan dasar lainnya.
“Jalan ini adalah urat nadi perekonomian masyarakat selatan. Namun kondisi yang rusak parah justru menjadi tantangan berat bagi mereka. Meski demikian, semangat masyarakat untuk tetap beraktivitas patut diapresiasi,” ungkap Juliansyah, yang akrab disapa Jul.

Ia menegaskan bahwa hadirnya Inpres Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas jalan daerah harus dimanfaatkan secara maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Program tersebut dinilai sebagai peluang besar untuk mendapatkan dukungan anggaran dari APBN, mengingat keterbatasan kemampuan APBD dalam membiayai pembangunan infrastruktur berskala besar.
“Sudah sekitar satu dekade wilayah selatan ini tidak tersentuh pembangunan infrastruktur jalan secara signifikan. Ini menjadi momentum penting bagi Pemda Sumbawa untuk bergerak cepat menjemput program pusat. Jangan sampai kesempatan ini terlewatkan,” tegasnya.

Juliansyah juga menyoroti komitmen Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Jarot–Ansori yang menargetkan capaian jalan mantap hingga 80 persen. Ia menilai target tersebut akan sulit tercapai jika hanya mengandalkan anggaran daerah semata.
“Kita realistis saja. Dengan kondisi fiskal daerah yang terbatas, mustahil target itu bisa tercapai tanpa dukungan pusat. Karena itu, satu-satunya solusi adalah proaktif mengajukan program IJD agar pembangunan bisa merata,” jelasnya.
Selain kerusakan jalan, Juliansyah juga mengungkapkan adanya sejumlah titik longsor di kawasan Ropang yang semakin memperburuk kondisi akses transportasi. Ia meminta pemerintah daerah segera melakukan penanganan darurat agar akses jalan tetap bisa dilalui masyarakat.
“Longsor di beberapa titik sudah sangat mengkhawatirkan. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan warga. Pemerintah harus hadir dengan langkah konkret dan cepat,” tambahnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan selatan, Juliansyah menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya menjadikan persoalan ini sebagai wacana, tetapi segera diwujudkan dalam aksi nyata.
“Kami sebagai mitra strategis pemerintah akan terus menyuarakan kebutuhan masyarakat. Harapannya, wilayah selatan tidak lagi tertinggal dalam pembangunan, dan masyarakat bisa merasakan keadilan infrastruktur secara merata,” pungkasnya.
Sorotan terhadap kondisi jalan di wilayah selatan Sumbawa ini diharapkan menjadi perhatian serius semua pihak, terutama pemerintah daerah, agar tidak ada lagi kesenjangan pembangunan antar wilayah. Infrastruktur yang layak bukan hanya kebutuhan, tetapi hak dasar masyarakat untuk mendorong kesejahteraan dan kemajuan daerah. (IA)












