Sumbawa, infoaktualnews.com – Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa. Upaya besar pemerintah dalam meningkatkan layanan air bersih kini semakin nyata setelah Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI menggelontorkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk proyek Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Samongkat Tahun Anggaran 2026.
Direktur Perumdam Batulanteh Sumbawa, H. Abdul Hakim, SE, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap kebutuhan dasar masyarakat Sumbawa, khususnya dalam penyediaan air bersih yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.
Optimalisasi Spam Semongkat ini, terang Abi Akim, lebih ditekankan pada rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air dan bangunan, pendukung lainnya serta pergantian jaringan pipa distribusi sepanjang 6 KM.
Oleh karena itu, proyek ini lebih bertujuan untuk memperbaiki kualitas Air yang di distribusikan ke pelanggan, adapun rehabilitasi jaringan perpipaan belum bisa maksimal secara menyeluruh, hanya sebagian kecil dari panjang jaringan distribusi ± 120 KM untuk 5 Kecamatan di Kota Sumbawa dan sekitarnya yang direhab sekitar 6 KM. sambung Abi Akim.
“Allhamdulillah, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR RI atas dukungan luar biasa ini. Proyek Optimalisasi SPAM Samongkat resmi dimulai sesuai kontrak kerja PB0201/Bpbpk15.4/2026/219,” ungkap Abdul Hakim, yang akrab disapa Abi Akim.
Lebih lanjut, Abi Akim menjelaskan bahwa proyek strategis ini memiliki nilai kontrak fantastis sebesar Rp19.300.600.270,45 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Duta Abadi sebagai kontraktor pelaksana setelah memenangkan tender proyek tersebut.
Sementara itu, proses perencanaan teknis ditangani oleh konsultan profesional yakni PT Semesta Nusantara KSO bersama PT Prajna Adhi Cakra, yang diharapkan mampu memastikan kualitas pembangunan berjalan sesuai standar teknis nasional.
“Waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 225 hari kerja. Ini adalah proyek besar dan sangat strategis bagi masa depan pelayanan air bersih di Kabupaten Sumbawa,” jelasnya.
Menurut Abi Akim, optimalisasi SPAM Samongkat bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur biasa, tetapi merupakan langkah besar dalam memperkuat sistem distribusi air bersih melalui peremajaan jaringan perpipaan serta peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
Proyek ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan distribusi air bersih yang selama ini dihadapi, mulai dari keterbatasan jaringan, kebocoran pipa lama, hingga peningkatan kebutuhan air bersih seiring pertumbuhan penduduk.
“Peremajaan perpipaan distribusi air bersih ini sangat penting agar pelayanan ke depan bisa berjalan lebih maksimal, lancar, dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kebutuhan dasar warga Sumbawa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Direktur Abi Akim menekankan bahwa keberhasilan proyek ini membutuhkan dukungan penuh dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, masyarakat, maupun stakeholder terkait agar proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.
“Kami berharap dukungan semua stakeholder di daerah ini untuk bersama-sama mengawal pembangunan agar berjalan lancar, tepat waktu, dan tuntas sesuai target. Ini bukan hanya proyek pemerintah, tetapi kebutuhan bersama masyarakat Sumbawa,” harap Abi Akim.
Masuknya dana APBN dalam jumlah besar untuk sektor air bersih ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Sumbawa terus mendapat perhatian dalam pembangunan infrastruktur dasar. Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, proyek ini juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan akses layanan publik yang lebih baik.
Bagi masyarakat, optimalisasi SPAM Samongkat menjadi harapan baru terhadap tersedianya air bersih yang lebih stabil, sehat, dan merata. Air bukan hanya kebutuhan, tetapi fondasi utama bagi kesehatan, kesejahteraan, dan kemajuan daerah.
Dengan dimulainya proyek bernilai hampir Rp20 miliar ini, Kabupaten Sumbawa menapaki langkah besar menuju pelayanan air minum modern dan berkelanjutan—mewujudkan cita-cita masyarakat akan akses air bersih yang layak, sekaligus memperkuat pembangunan daerah dari sektor paling mendasar: kebutuhan hidup masyarakat. (*)












