Kunker ke Yogyakarta, Komisi II DPRD Sumbawa Siapkan Lompatan Digital untuk Dongkrak PAD

YOGYAKARTA, infoaktualnews.com – Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi dan digitalisasi. Upaya tersebut diwujudkan dengan melakukan kunjungan kerja ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Yogyakarta, Selasa (30/6/2026), guna mempelajari strategi pengelolaan pendapatan daerah yang telah terbukti sukses diterapkan di Kota Pelajar.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis DPRD Sumbawa dalam mencari formulasi terbaik untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Kota Yogyakarta dipilih karena dinilai berhasil mengoptimalkan berbagai sektor pajak daerah melalui pemanfaatan teknologi digital, sistem pengawasan yang ketat, serta tata kelola yang transparan dan efektif.

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, S.H., yang akrab disapa Orek, mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara capaian PAD Kabupaten Sumbawa dengan Kota Yogyakarta.

Saat ini, target PAD Kabupaten Sumbawa berada pada kisaran Rp250 miliar, sedangkan Kota Yogyakarta mampu membukukan pendapatan lebih dari Rp800 miliar setiap tahunnya.

“Perbedaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk belajar secara langsung. Kami ingin mengetahui strategi yang diterapkan Yogyakarta dalam mengelola potensi pajak daerah, khususnya pajak hotel, restoran, serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), sehingga mampu memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap pendapatan daerah,” ujar politisi Partai NasDem tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban dan diskusi konstruktif, Komisi II DPRD Sumbawa memperoleh banyak masukan mengenai sistem pengelolaan pajak modern yang diterapkan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Salah satu hal yang paling menarik perhatian rombongan adalah kemampuan BKAD Kota Yogyakarta mengembangkan sendiri aplikasi perpajakan beserta dashboard monitoring secara in-house, tanpa bergantung kepada perusahaan penyedia aplikasi (vendor).

Menurut Orek, langkah tersebut tidak hanya mampu menghemat anggaran pemerintah daerah, tetapi juga membuat sistem lebih fleksibel untuk dikembangkan sesuai kebutuhan daerah.

“Yang luar biasa, mereka membangun sendiri sistem aplikasinya bersama Dinas Kominfotik. Tidak bergantung pada vendor dengan biaya tinggi. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami agar Sumbawa juga mampu membangun sistem digital yang lebih efisien, mandiri, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Tak hanya aspek digitalisasi, Komisi II DPRD Sumbawa juga mengapresiasi ketegasan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Berbagai langkah inovatif diterapkan, mulai dari pemasangan stiker bertuliskan ‘Belum Membayar Pajak’ sebagai bentuk sanksi sosial, hingga penggunaan tapping box yang mampu memantau transaksi usaha secara real-time.

Lebih jauh lagi, Kota Yogyakarta juga telah memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI-Tax) untuk mendeteksi potensi objek pajak baru yang belum terdata. Sistem pengawasan tersebut diperkuat dengan pembagian wilayah kerja petugas pajak yang dikenal sebagai “Komandan Kecamatan”, sehingga pengawasan terhadap potensi kebocoran penerimaan daerah dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Kami melihat sistem seperti ini sangat relevan diterapkan di Kabupaten Sumbawa. Dengan pengawasan berbasis teknologi dan data yang akurat, potensi kebocoran pajak bisa ditekan, sementara pendapatan daerah dapat terus meningkat,” jelas Orek.

Sepulang dari kunjungan tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa berencana segera melakukan koordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa guna membahas peluang penerapan berbagai inovasi yang diperoleh selama kunjungan.

Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah penerapan sistem early warning, yakni sistem peringatan dini yang memungkinkan pemerintah memantau realisasi PAD setiap hari. Dengan sistem tersebut, apabila terjadi penurunan capaian penerimaan, pemerintah dapat segera mengambil langkah korektif sebelum berdampak pada pelaksanaan program pembangunan maupun kondisi fiskal daerah.

Orek optimistis, apabila digitalisasi perpajakan, penguatan pengawasan, peningkatan kualitas data, serta inovasi pelayanan kepada wajib pajak mampu diterapkan secara konsisten, maka target PAD Kabupaten Sumbawa akan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Belajar dari Yogyakarta memberikan banyak inspirasi bagi kami. Kami yakin, dengan keberanian berinovasi, pemanfaatan teknologi digital, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Sumbawa mampu meningkatkan PAD secara signifikan. Kuncinya ada pada akurasi data, sistem yang modern, dan keseriusan dalam melakukan pengawasan,” pungkasnya. (*)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)