Di Tengah Kelangkaan BBM, Ribuan Massa Demo Usut Dugaan Penghinaan Bupati; Warganet Soroti Kontradiksi Imbauan Kepala Daerah

InfoAktualNews.com || Lombok Timur– Di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang masih dikeluhkan masyarakat dan berdampak pada aktivitas ekonomi, ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Lombok Timur, Kamis (6/8). Namun, aksi tersebut bukan untuk mendesak penyelesaian persoalan BBM, melainkan meminta kepolisian segera mengusut dugaan penghinaan terhadap Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin (H. Iron), melalui media sosial.

Aksi yang digelar Aliansi Solidaritas Anti Hoaks dan Ujaran Kebencian (Aliansi Sahabat) itu menuntut Polres Lombok Timur segera mengungkap pemilik akun Facebook “Ika We Lah” yang dilaporkan atas dugaan penghinaan terhadap kepala daerah.

Berdasarkan pantauan di lokasi aksi, tampak sejumlah figur yang dikenal publik sebagai bagian dari lingkaran pendukung pemerintahan Iron–Edwin. Di antaranya terlihat beberapa Staf Khusus (Stafsus), unsur Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), serta Koordinator Kecamatan (Korcam) tim pemenangan Iron–Edwin dari berbagai kecamatan. Kehadiran mereka menjadi perhatian peserta maupun masyarakat yang mengikuti jalannya aksi.

Kontras dengan aksi tersebut, beberapa hari terakhir masyarakat Lombok Timur justru disibukkan dengan kelangkaan BBM. Antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU, aktivitas ekonomi melambat, distribusi barang terganggu, dan para pedagang mengaku mengalami penurunan omzet akibat berkurangnya mobilitas masyarakat.

Sebelumnya, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin sempat mengimbau masyarakat agar tidak keluar rumah apabila tidak memiliki kepentingan usaha atau bukan pelaku bisnis sebagai langkah mengurangi konsumsi BBM di tengah kelangkaan.

Pernyataan itu kembali menjadi sorotan setelah aksi massa berlangsung. Pantauan pada kolom komentar siaran langsung media Opsi NTB memperlihatkan beragam respons dari masyarakat.

Salah seorang warganet menulis:

“Aksi damai tapi teriak-teriak. Ini pro bupati, tapi tak sesuai instruksi bupati, ‘diam di rumah kalau bukan bisnis.'”

Komentar lain mempertanyakan:

“Demo apa itu?”

Ada pula warganet yang menyoroti banyaknya peserta aksi:

“Itu mrk dapat BBM drmn..? Byk banget masa.a 🤔😂🤣”

Sementara komentar lain berbahasa Sasak yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia berbunyi:

“Bukankah sudah disuruh diam di rumah kalau bukan pebisnis karena BBM masih sulit? Sekarang malah mengajak kita berkumpul seperti ini.”

Komentar lain yang muncul di siaran langsung antara lain:

“Sedut kantor tye batur.”

Beragam komentar tersebut menunjukkan adanya kritik dari sebagian warganet yang mempertanyakan konsistensi antara imbauan pemerintah daerah untuk membatasi aktivitas masyarakat akibat kelangkaan BBM dengan mobilisasi massa dalam aksi tersebut.

Di sisi lain, aparat kepolisian menyatakan akan menangani laporan dugaan penghinaan terhadap Bupati sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Sementara itu, sebagian masyarakat berharap perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada proses hukum atas dugaan penghinaan terhadap kepala daerah, tetapi juga pada penyelesaian persoalan kelangkaan BBM yang berdampak langsung terhadap kehidupan dan perekonomian warga.

Catatan: Komentar yang dikutip dalam berita ini merupakan pendapat pengguna media sosial pada siaran langsung Opsi NTB dan tidak mewakili pandangan seluruh masyarakat Lombok Timur.

Laporan ( Tim & Redaksi )

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)