Sumbawa, infoaktualnews.com – Program “Wisata Hukum” yang digagas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa, Iwan Arto Koesoemo, SH., MH., mendapat apresiasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Wilayah IV Sumbawa, Junaidi, S.Pd., M.Pd.
Lanjut, Jun akrab disapa KCD Dikpora Sumbawa, menilai program tersebut merupakan langkah edukatif dan strategis dalam memberikan pemahaman hukum kepada generasi muda, khususnya para pelajar.
Menurutnya, pengenalan hukum sejak usia sekolah tidak hanya penting untuk meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter, kedisiplinan, serta kesadaran terhadap aturan yang berlaku di tengah masyarakat.
Ia menilai, kegiatan Wisata Hukum memiliki nilai positif karena para pelajar tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teori di ruang kelas, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana institusi penegak hukum bekerja serta memahami berbagai proses yang berkaitan dengan penegakan dan pembinaan hukum.
“Intinya, kami mendukung program Kajari Sumbawa ini. Kami juga berharap program ini bisa menyasar para pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Sumbawa yang berada di bawah naungan Dikbud Provinsi NTB,” ujar Jun.
Menurutnya, dunia pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Pembentukan karakter dan pemahaman terhadap hukum juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai tantangan sosial di masa mendatang.
Terlebih, perkembangan teknologi informasi dan media sosial saat ini membuat pelajar sangat mudah memperoleh berbagai informasi. Kondisi tersebut, kata Jun, harus diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai hak, kewajiban, batasan, serta konsekuensi hukum dari setiap tindakan.
Karena itu, edukasi hukum yang dikemas melalui kegiatan yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan pelajar dinilai jauh lebih efektif dalam menanamkan kesadaran hukum sejak dini.
“Program seperti ini sangat penting karena anak-anak kita perlu mengetahui bagaimana hukum itu bekerja. Mereka perlu diberikan pemahaman sejak dini agar memiliki kesadaran untuk menaati aturan dan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang melanggar hukum,” jelasnya.
KCD juga berharap sinergi antara lembaga penegak hukum dan dunia pendidikan di Kabupaten Sumbawa dapat terus diperkuat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat melahirkan berbagai program edukasi yang tidak hanya memberikan pengetahuan tentang hukum, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, tertib, disiplin, dan berintegritas.
Ia juga berharap program Wisata Hukum tidak berhenti pada kegiatan kunjungan semata, tetapi dapat dikembangkan menjadi agenda edukasi berkelanjutan dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan para pelajar.
“Materi edukasi tersebut, misalnya, dapat mencakup pengenalan lembaga penegak hukum, proses hukum, bahaya penyalahgunaan narkotika, kekerasan di lingkungan sekolah, perundungan atau bullying, penggunaan media sosial secara bijak, hingga pemahaman mengenai konsekuensi hukum terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh anak dan remaja,” bebernya.
Dengan demikian, kehadiran aparat penegak hukum di tengah dunia pendidikan diharapkan tidak selalu dipersepsikan dalam konteks penindakan, melainkan juga sebagai mitra edukasi dalam membangun generasi muda yang sadar hukum. harap Jun.
Jun tegaskan, pihaknya siap mendukung langkah-langkah positif yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter peserta didik di Kabupaten Sumbawa.
“Harapan kami, program ini bisa terus dilanjutkan dan diperluas. Kalau bisa seluruh pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Sumbawa mendapatkan kesempatan mengikuti program ini,” katanya.
Ia menilai, semakin dini pelajar diperkenalkan dengan hukum, semakin besar pula peluang terbentuknya generasi yang memiliki kesadaran terhadap aturan dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. katanya.
Intinya, sambung KCD Jun, jadi sinyal pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor antara institusi pendidikan dan aparat penegak hukum. Sebab sebut dia, menciptakan generasi muda yang unggul tidak cukup hanya dengan membekali mereka kemampuan akademik, tetapi juga membutuhkan pendidikan karakter, etika, disiplin, serta kesadaran hukum.
Program Wisata Hukum pun diharapkan dapat menjadi salah satu terobosan edukatif di Kabupaten Sumbawa dalam mendekatkan pelajar dengan dunia hukum sekaligus menanamkan pemahaman bahwa hukum bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan aturan yang harus dipahami, dihormati, dan ditaati bersama.
“Bagi dunia pendidikan, langkah tersebut dinilai memiliki arti penting. Sebab, ketika kesadaran hukum tumbuh sejak bangku sekolah, maka nilai-nilai disiplin, tanggung jawab dan kepatuhan terhadap aturan diharapkan dapat menjadi bagian dari karakter generasi muda Sumbawa di masa depan,” pungkasnya. (IA)











