Sumbawa, infoaktualnews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sumbawa Besar kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan razia gabungan di seluruh blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Senin (21/9/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
Razia melibatkan sekitar 60 personel gabungan dari unsur aparat penegak hukum dan petugas pemasyarakatan. Kekuatan personel tersebut terdiri atas satu peleton Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTB sebanyak 30 personel, kemudian masing-masing 10 personel dari Polres Sumbawa, Kodim 1607/Sumbawa, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa, serta jajaran petugas Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah pengawasan dan deteksi dini untuk memastikan kondisi blok hunian tetap aman, tertib, serta bebas dari peredaran narkotika dan barang-barang terlarang lainnya.
Pelaksanaan razia juga menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi, dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip pemasyarakatan, termasuk penghormatan terhadap harkat dan martabat warga binaan.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap sejumlah blok hunian WBP. Seluruh personel gabungan bergerak berdasarkan pembagian tugas yang telah ditetapkan, sehingga proses pemeriksaan berlangsung tertib, terukur dan kondusif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Wadanyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTB, AKP Nurdin, S.A.P., M.M.Inov. Kehadiran unsur Brimob bersama jajaran Polres Sumbawa, Kodim 1607/Sumbawa dan BNNK Sumbawa menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas institusi dalam mendukung terciptanya keamanan di lingkungan Lapas Sumbawa Besar.
Dari hasil pemeriksaan terhadap blok hunian yang menjadi sasaran razia, petugas tidak menemukan narkoba, telepon seluler (handphone), maupun barang terlarang lainnya.
Hasil tersebut sekaligus menjadi indikator bahwa pengawasan dan pengamanan di lingkungan Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar terus dilakukan secara konsisten. Meski demikian, kegiatan pemeriksaan tetap menjadi bagian penting dari upaya pencegahan agar potensi gangguan keamanan maupun masuknya barang terlarang dapat diantisipasi sejak dini.
Kepala Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar, Mahendra Sulaksana, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga lingkungan Lapas tetap bersih dari narkoba, handphone, serta berbagai barang terlarang lainnya.
«“Hasilnya membuktikan komitmen kami menjaga Lapas tetap bersih dari narkoba, HP dan barang terlarang lainnya. Kami terbuka terhadap pengawasan dan siap bersinergi dengan seluruh aparat penegak hukum,” ujar Mahendra.»
Menurutnya, sinergi antara Lapas dengan aparat penegak hukum merupakan bagian penting dalam menciptakan sistem pengamanan yang kuat sekaligus mendukung proses pembinaan terhadap warga binaan.
Mahendra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan dari Brimob Polda NTB, Polres Sumbawa, Kodim 1607/Sumbawa dan BNNK Sumbawa menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
«“Kami mengucapkan terima kasih kepada Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTB, Polres Sumbawa, Kodim 1607/Sumbawa, dan BNNK Sumbawa atas dukungannya, sehingga kegiatan ini berjalan lancar. Semoga sinergi ini terus terjaga dengan baik,” tambahnya.»
Sementara itu, AKP Nurdin menyatakan kesiapan Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTB untuk terus mendukung Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar, khususnya dalam aspek keamanan dan ketertiban.
Sinergi lintas institusi tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan razia, tetapi juga dapat terus diperkuat dalam berbagai langkah pencegahan dan pengamanan lainnya.
Dengan hasil pemeriksaan yang tidak menemukan narkoba, handphone maupun barang terlarang lainnya, Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib dan kondusif.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga tetap menjunjung prinsip pembinaan dan penghormatan terhadap kemanusiaan. (*)











