Sumbawa, infoaktualnews.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa memfokuskan alokasi anggaran dalam Perubahan APBD (APBD-P) Tahun Anggaran 2026 pada pembangunan dan penanganan infrastruktur, khususnya jalan yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan masyarakat.
Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si., menyampaikan hal tersebut pada Senin (7/9), saat ditemui sesaat setelah pelaksanaan rapat paripurna di Kantor DPRD Kabupaten Sumbawa.
Menurut Dedy, peningkatan perhatian terhadap infrastruktur dilakukan karena alokasi anggaran untuk sektor tersebut dalam APBD murni 2026 masih terbatas akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Di APBD murni Tahun 2026, alokasi anggaran untuk infrastruktur masih rendah karena kita terbentur saat itu dengan kebijakan efisiensi anggaran,” ujar Dedy.
Selain keterbatasan akibat efisiensi, pemerintah daerah sebelumnya juga tidak memperoleh alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk sejumlah sektor infrastruktur, termasuk DAK Jalan dan DAK Irigasi.
“Alasan lainnya, saat itu kita tidak mendapat alokasi DAK seperti DAK Jalan dan DAK Irigasi. Sekarang, setelah kita mendapat perhitungan akhir dan hasil audit, keluarlah angka yang bisa kita manfaatkan melalui APBD-P yang cukup signifikan. Maka kita ingin alokasikan untuk infrastruktur,” katanya.
Dedy menjelaskan, infrastruktur yang menjadi fokus dalam APBD-P 2026 terutama berkaitan dengan jalan. Penanganan tersebut akan dilakukan melalui kegiatan perbaikan dan perawatan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun dalam APBD-P 2026.
“Jenis infrastruktur yang kita maksud adalah infrastruktur yang sering dikeluhkan oleh masyarakat, yaitu infrastruktur jalan yang akan dilakukan perbaikan dan perawatan sesuai perencanaan dalam APBD-P Tahun 2026,” jelasnya.
Saat ini, kata Dedy, terdapat belasan ruas jalan yang telah masuk dalam perencanaan untuk ditangani melalui APBD-P 2026. Namun, jumlah ruas maupun bentuk penanganannya masih mengikuti proses perencanaan dan pembahasan anggaran.
“Sekarang ini ada belasan ruas jalan yang sudah masuk ke dalam perencanaan untuk ditangani melalui APBD-P Tahun 2026,” ungkapnya.
Dari sisi anggaran, Dedy menyebutkan pemerintah daerah secara umum menyiapkan dana sekitar belasan miliar rupiah untuk penanganan tersebut. Namun, angka tersebut belum bersifat final karena masih berkembang dalam pembahasan anggaran.
“Secara gambaran umum sekitar belasan miliar, tetapi memang jumlah ini masih berkembang di pembahasan anggaran, jadi belum ada jumlah pastinya berapa. Namun, secara umum ada belasan miliar, bahkan mendekati puluhan miliar,” katanya.
Penanganan jalan tersebut juga berkaitan dengan program prioritas dan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, khususnya target pemantapan jalan hingga mencapai 80 persen.
“Perbaikan dan perawatan infrastruktur yang direncanakan saat ini memang berkaitan juga dengan program prioritas dan unggulan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, yaitu kita ingin mencapai pemantapan jalan mencapai 80 persen sesuai program unggulan tersebut,” ujar Dedy.
Ia menambahkan, rencana penanganan infrastruktur jalan tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat, arah pembangunan daerah dalam RPJM, serta perhatian DPRD terhadap pembangunan infrastruktur.
“Gayung bersambut, yaitu satu program pemerintah terkait dengan RPJM, yang kedua kebutuhan masyarakat, dan yang ketiga memang mendapat perhatian dari DPRD. Jadi, itu cocok sekali dan menjadi perhatian utama kita bersama,” pungkasnya. (*)
APBD-P 2026, Dr Deddy: Infrastruktur Jalan, Belasan Ruas Masuk Rencana Penanganan











