Bandung,infoaktualnews.com _ Aksi multi pihak untuk pengayaan tanaman dilawasan hutan dilakukan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Selatan.
Kali ini kegiatan penanaman dilakukan bersama jajaran Pemerintahan Provinsi Jawa Barat,Pemkab Bandung,stake holder lainnya serta masyarakat.
Jenis pohon yang ditanam yaitu pinus dan kop. Penamaman berlangsung di lahan kritis berada di gunung Artapela, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wayang Windu, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pangalengan, Senin (19/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat beserta jajaran, perwakilan Dinas Pertanian, Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, BPDAS, Dansatgas Citarum Harum, Camat Kertasari, Danramil Kertasari, Kapolsek Kertasari, anggota Sektor I.
Dari jajaran Perhutani tampak hadir Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Kepala Departemen Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH), Administratur/KKPH Bandung Selatan beserta jajaran, Kepala Seksi Utama (KSU) Tanaman, Kepala Seksi Utama (KSU) Keamanan beserta jajaran, serta Tim Jaga Leuweung.
Penanaman menjadi langkah kolaboratif yang kongkrit guna mendukung pemulihan lahan kritis, menjaga fungsi ekologis kawasan hutan, serta mendorong pemanfaatan lahan secara produktif dan berkelanjutan.
Perpaduan tanaman kehutanan dan tanaman kopi diharapkan dapat memperkuat tutupan lahan sekaligus membuka peluang peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.
Melalui siaran persnya Administratur Perhutani KPH Bandung Selatan, Lily Kurnia Asih menegaskan bahwa Perhutani KPH Bandung Selatan berkomitmen mendukung rehabilitasi lahan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Penanaman ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata untuk menjaga kelestarian hutan. Keberhasilan pemulihan lahan membutuhkan perawatan tanaman, pengawasan, dan sinergi berkelanjutan seluruh pemangku kepentingan.” ujarnya di Bandung, Kamis (22/10/2026).
Diharapkan upaya pemulihan lahan kritis di kawasan Wayang Windu dapat berjalan optimal, mendukung kelestarian lingkungan, serta memperkuat keberlanjutan manfaat hutan bagi generasi mendatang.
Senada dengan Lily Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana menyampaikan bahwa pemulihan lahan kritis memerlukan komitmen dan keterlibatan seluruh pihak.
“Kegiatan penanaman bersama ini merupakan wujud sinergi dalam menjaga kelestarian hutan dan memulihkan fungsi lingkungan. Kami berharap upaya ini dilaksanakan secara berkelanjutan, disertai pemeliharaan tanaman dan partisipasi aktif masyarakat agar memberikan manfaat ekologis maupun sosial ekonomi.” pungkasnya.(***)











