Persoalan Cuitan Oknum Politisi Golkar, Kuasa Hukum Talif-Sudir memenuhi panggilan Bawaslu

11

Sumbawa, Infoaktualnews.com, –

Terkait persoalan cuitan sempat menjadi gonjang-ganjing dikalangan publik tersebut, diduga akun milik oknum Anggota DPRD Sumbawa yakni GHC dari politisi Golkar sempat viral di jagad media sosial dengan akun ‘Aan Gaitan’ beberapa hari lalu menuai beragam komentar publik hingga berujung dibawah ke ranah hukum oleh tim kuasa hukum Talif-Sudirman.

Kemudian, tim kuasa hukum Surahman MD.,SH.,MH., secara resmi memenuhi panggilan Badan Pengawasan Pemilihan Umum Sumbawa atas Laporan dan pengaduannya yang telah dilayangkan beberapa hari lalu. Atas dugaan kasus Hukum yang dialami oleh Sudirman, S.IP selaku Calon Wakil Bupati Sumbawa dari jalur perseorangan dengan nomor urut 3, yang berpasangan dengan Ir. Talifuddin, M.Si Selaku Calon Bupati Sumbawa.

Sementara itu, saat confrence pers, minggu (11/10), usai pemeriksaan Kurang lebih 1 jam diruang Penindakan Bawaslu. Pelapor Surahman MD.,SH.,MH, yang sekaligus Ketua Tim Pemenangan Paket Talif-Sudir secara langsung memaparkan kejadian atas laporannya dan beberapa alat bukti yang telah diajukan. Menurut Man sapaan akrab advokat Muda tersebut, menyampaikan bahwa sebagaimana pemberitaan sebelumnya bahwa kasus ini bermula dengan adanya Postingan diakun media sosial dengan dugaan akun FB “Aan Gaitan” alias GHC selaku oknum Anggota DPRD Sumbawa dari Partai Golkar.  Dimana oknum tersebut juga termasuk dalam Tim Kampanye Paslon Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa paket Mo-Novi dengan nomor urut 4 telah dengan terang benderang serta dengan unsur kesengajaan melakukan pelanggaran serta Perbuatan Hukum yang diarahkan kepada Calon Wakil Bupati kami atas nama Sudirman sebagai calon Wakil Bupati yang juga mantan Komisioner KPU Kabupaten Sumbawa, paparnya.

Lanjut advokad muda tersebut, atas postingan tersebut, ia mengatakan bahwa selain membawa dampak buruk bagi Paslon kami, juga berdampak kepada terjadinya pro-kontra antar sesama pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati sumbawa pada perhelatan pilkada 9 Desember 2020.

“Terkait hal tersebut, Kami sayangkan terhadap Terlapor sebagai wakil rakyat yang juga terlibat selaku Tim Kampanye salah satu Paslon yang kami maksud dengan melakukan atau menyebarkan informasi bohong,” ungkap Man sarapan akrab advokad senior tersebut.

Kendati demikian, dalam hal ini bisa masuk dalam suatu pelanggaran Pilkada yakni Kampanye Hitam (Black Campaign). Sebab, tidak ada itikad baiknya dari pelaku untuk datang minta maaf. Sehingga melalui jalur Hukum kasus ini kami proses sebagaimana Formulir Model A.3.1 dengan Tanda Terima Laporan : 001/LP/PB/Kab/18.08/X/2020. pungkas man selaku kuasa hukum Talif-Sudir. (IA-Red)