Terkait Persoalan Pupuk Langkah,  Komisi II DPRD Sumbawa Konsultasi Ke Distan NTB

  • Bagikan

Mataram, InfoaktualNews.com –

Terkait persoalan Pupuk yang dimana saat ini mengalami kelangkaan di tengah para petani di Kab. Sumbawa mendapat respon cepat dari wakil rakyat DPRD Kab. Sumbawa. Permasalah Pupuk tersebut tidak hanya saja dialami oleh Masyarakat Sumbawa namun secara menyeluruh mengalami hal yang demikian sama. Oleh karena itu, menyikapi hal tersebut Komisi II DPRD Kab. Sumbawa melakukan konsultasi ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, kamis (14/1).

Kendati demikian, problematika kesulitannya petani di Kabupaten Sumbawa dalam mendapatkan pupuk Subsidi pada awal musim Tanam Pertama (MH 1) menjadi perhatian serta attensi serius dari Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa. Terlebih saat ini, pemakaian pupuk telah masuk pada fase kritis dan keberadaan sangat dibutuhkan.

Sementara itu,  Ketua Komisi II DPRD Sumbawa, Berlian Rayes, S.Ag., yang memimpin rombongan DPRD, Sekretaris Ridwan, SP., dan Anggota Adizul Syahabuddin, SP.,M.Si., Muhammad Yamin, SE., M.Si.

dan diterima oleh Kepala Seksi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian dan  Perkebunan Provinsi NTB, Novianti Haryany, SP., M.Si.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Ari sapan akrab Kasi Pupuk ini menyampaikan penjelasan terkait Distribusi pupuk, setelah nyaris dua bulan kelangkaan pupuk subsidi terjadi di Provinsi Nusa Tenggara barat (NTB) Kami segera Mendistribusikan pupuk tersebut. Kata Bu Ari, Hal ini dapat dilakukan menyusul telah ditetapkannya SK dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, yang kemudian diteruskan ke sejumlah Kabupaten/Kota hingga ke Kecamatan. Setelah itu pupuk subsidi langsung disalurkan oleh PT. Pupuk Kaltim ke 10 Kabupaten kota di NTB.

“Selama ini ada sejumlah regulasi baru dan penetapan (Harga Eceran Tertinggi berubah menjadi meningkat) yang dilakukan  hingga ke Pemerintah Daerah membuat pendistribusiannya jadi terbilang telat,” paparnya.

Untuk diketahui, kami sudah menetapkan pembagian kuota pupuk subsidi ke kabupaten/kota dengan begitu pupuk sudah bisa langsung didistribusikan karena pupuknya juga sudah ada di para produsen. tegas Bu Ari, Intinya Hari ini, besok dan seterusnya sudah bisa didistribusikan pupuknya. Karena pupuk tidak langka, kuotanya ada. Hanya saja pendistribusiannya harus mengacu pada kuota,”

Lebih jauh Ia menyatakan bahwa yang menjadi dasar pengalokasian kuota pupuk pada setiap daerah adalah berdasarkan pengajuan E-RDKK untuk mendapatkan kartu tani. Penginputan  E-RDKK dimulai dari bulan Agustus sampai dengan 28 November  2020. Ia juga mengimbau terhadap petani yang belum mendapat kartu tani akan dibuka kembali penginputan E-RDKK nya dengan persyaratan melampirkan Foto Kopi
KTP dan mengisi formulir yang telah disiapkan hal dimulai tanggal 14-15 Januari 2021.

“Jika sudah terbit Kartu taninya maka dapat digunakan untuk menebus atau membeli  pupuk bersubsidi,” cetusnya.

Dan kuota Pupuk Subsidi untuk Kab. Sumbawa untuk  Urea dan SP36 mencapai 99 persen terpenuhi atau  hampir 100 persen dari yang diusulkan. Adapun Data Alokasi Tahun Anggaran  2021 untuk Kab. Sumbawa antara lain yakni,

1. Urea yang diusulkan sebanyak 173.213  ton yang disetujui 172.604 ton (99,55 %)

2. SP36 yang diusulkan  12.481 ton disetujui alokasi sebesar  12.429 Ton (99.58%)

3. NPK diusulkan 315.930 Ton yang dialokasikan sebesar 51.732 ton. (16,37%)

4. Organik granul  diusulkan 277.784 Ton dialokasikan sebesar  22.088 Ton (7,99 %). (IA-Dy/Ar)



  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)