Wow!, Wijen Pulau Moyo Sumbawa Dieksport Keluar Negeri

  • Bagikan

Sumbawa, Infoaktualnews.com –

Pulau Moyo yang masuk dalam otoritas administratif Kecamatan Labuan Badas Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selain dikenal sebagai kawasan wisata yang eksotik didukung pasir putih, pemandangan bawah laut dan air terjun mata jitu yang aduhai dan  mempesona setiap wisatawan yang datang kesana.

Sehingga tidak mengherankan kalau putri Lady Diana dari Inggeris pernah berkunjung dan menginap di Amanwana Resort Hotel, ternyata di Pulau Moyo juga memiliki potensi ekonomi kekayaan sumberdaya alam (SDA) berupa tanaman “Wijen” (Lenga; Bahasa Sumbawa) yang dinilai memiliki mutu dan kualitas terbaik nomor satu di dunia dan bahkan dieksport keluar negeri.

Ket.Foto: Tanaman Wijen di Pulau Moyo

Sebagaimana diungkapkan Rusdianto Samawa (39th) pendiri Teluk Saleh Institute (TSI) dalam keterangan Persnya kepada para awak media di Kaloka Hotel Sumbawa, Selasa siang (23/3) menyatakan kalau hasil produksi wijen yang berada dikawasan Pulau Moyo Kecamatan Labuan Badas Sumbawa itu, kini tengah memasuki finalisasi panen produksi, dengan rencana target  ekspor sebanyak 300 ton dari potensi wijen yang ada saat ini di pulau Moyo pada awal April 2021 mendatang.

Tanaman wijen didaratan Pulau Moyo ini mulai dikembangkan oleh masyarakat setempat terang Rusdianto akrab pengusaha muda asal Labuan Bontong Tarano Sumbawa yang juga politisi muda PDIP ini disapa, sejak tahun 1986 lalu diatas areal lahan seluas puluhan hektare, dengan pengiriman eksport awal dilakukan pada 1986 sebanyak 1 ton denga harga dipasaran lokal dan regional berkisar Rp 12.000/Kg cukup memberikan nilai tambah bagi menunjang pendapatan ekonomi masyarakat setempat, bahkan Wijen pulau Moyo Sumbawa ini sangat diminati oleh anak muda China, Thailand, Korea, Arab Saudi, Afrika dan Amerika.

Rusdianto yang sudah malang melintang menyusuri kawasan Pulau Moyo dan Pulau Medang ini juga mengatakan kalau saat ini kelompok tani wijen di Pulau Moyo tengah mempersiapkan target produksi sekitar 200 – 300 ton wijen yang rencananya akan dikirim (dieksport) keluar negeri melalui group perusahaan pemasok dari Korea Selatan yang berpusat di Bekasi.

Oleh karena itu, pihaknya telah memfasilitasi dan mengupayakan agar wijen Pulau Moyo tersebut dapat dilakukan pengiriman pada awal April mendatang minimal target sebanyak 300 ton dulu dan jika dihitung dengan jumlah potensi wijen Pulau Moyo sebanyak 600 ton, maka nilai jualnya bisa mencapai sekitar Rp 7,2 Miliar, paparnya.

Tanaman wijen ini merupakan komoditas pangan penting yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi kata Rusidanto, karena biji wijen selain  dapat dimanfaatkan untuk bidang kesehatan yang terkandung asam lemak, juga dipergunakan sebagai campuran minyak goreng maupun bahan kosmetik dan obat-obatan, dimana petani Indonesia dinilai masih rendah pemahaman tentang tanaman wijen itu sendiri, disebabkan karena faktor kurang tersedianya varietas-varietas unggul yang memiliki potensi hasil tinggi.

Tanaman wijen merupakan salah satu komoditas pertanian penghasil minyak nabati yang banyak digunakan dalam bahan pangan. selain menghasilkan minyak, biji wijen sendiri banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan, obat-obatan, minyak rambut, minyak wangi, hingga produk kosmetik, dan wijen asal Pulau Moyo Sumbawa ini dinilai sangat bermutu dan berkualitas tinggi serta masuk dalam daftar nomor satu didunia.

karena itu sejumlah potensi wijen yang ada didaratan pulau Sumbawa (Kabupaten Sumbawa, Dompu dan Bima) mencapai sekitar 1 Juta ton  diharapkan kedepan dapat lebih dikembangkan dan dibudidayakan secara baik, mengingat kontribusi yang dihasilkan bagi menunjang pendapatan ekonomi masyarakat cukup besar, pungkas Rusdianto. (IA-aM)






  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)