Syaiful Syafri, Saatnya Memahami Pilosofi Hati Nurani Presiden RI dan Merawat Pertiwi

  • Bagikan

Medan | 29-03-2021,Ketua Dewan Penasehat KBPP Polri Sumut Drs Syaiful Syafri MM menegaskan bahwa  sebagai warga negara yang baik dan sebagai pengurus dan anggota KBPP Polri di Sumatera Utara untuk memahami dan mendalami makna pilosofi Bapak Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo yang telah bekerja berdasarkan hati nurani untuk keadilan sosial dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur sesuai cita cita nasional bangsa indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

Hal tersebut ditegaskan mantan pejabat Bupati Batu Bara ini ketika membuka rapat terbatas menyikapi bom bunuh diri digereja Katedral Makasar kemarin 28/03 dilingkungan KBPP Polri Sumut yang didampingi Ketua Daerah Hilmar Silalahi SH, Wakil Ketua OKK Edy Situmeang, Bendahara Imam Utoyo dan bidang hukum Desmon Silalahi SH, 29 Maret 2021 di Sekretariat KBPP Polri Sumut Jalan Kolam Medan.

Indonesia sedang berduka atas kejadian bom bunuh diri ini, karenanya dengan mendalami pilosofi hati nurani, harusnya tidak terjadi bom bunuh diri, yang bertentangan dengan ajaran agama dan bertentangan dengan pandangan hidup bangsa indonesia yakni Pancasila. Kita KBPP Polri juga harus memasang mata dan telinga untuk menyikapi dinamika yang berkembang, apalagi dengan gerakan kelompok teroris yang masih gentayangan untuk mengganggu stabilitas di daerah, sementara pimpinan bangsa, pimpinan daerah sedang melindungi masyarakat dari covid 19 yang belum berakhir.

Kita juga sebagai warga negara yang baik harus aktif merawat pertiwi sesuai polosofi presiden RI ke lima yakni Ibu Megawati Soekarno Putri, artinya ikut menjaga NKRI yang telah kita rebut dari tangan penjajah, ikut membantu pemerintah agar pembangunan berjalan dengan baik, ikut menjaga lingkungan tetap bersih, kondusif tanpa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Karenanya kata Syaiful Syafri yang juga mantan Kepala Dinas Sosial Sumut ini, KBPP Polri di Sumut harus menjadi warga terdepan untuk mengingatkan masyarakat dilingkungannya, tempat bekerja dan bila perlu mengingatkan  para mantan pemimpin bangsa, para politisi, para pimpinan ormas, pimpinan agama, untuk bersama sama menjaga keutuhan NKRI, dan tidak melakukan politik pecah belah, adu domba, berita hoax, agar cita cita dan tujuan nasional bangsa indonesia bisa terwujud sesuai pembukaan UUD 1945.

Tentunya kita juga berdoa agar Bapak Kapolri bersama jajarannya dapat segera mengusut aktor yang menjadi pemicu bom bunuh diri ini, sehingga masa masa mendatang tidak ber ulang lagi, tegas Syaiful Syafri. (Rahmat Hidayat)



  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)