Musrembang 2022, Inilah Penjelasan Kepala Bappeda! 

  • Bagikan

Sumbawa, Infoaktualnews.com

Diawal pembukaan Musrembang Kepala Bappeda Sumbawa  Ir. H Junaidi, M.Si., sampaikan pengantar kepada Seluruh peserta bahwa Musrenbang tingkat kabupaten hari ini merupakan lanjutan dari sejumlah tahapan perencanaan sebelumnya, Selasa (30/3).

Dengan pendekatan bottom-up dan partisipatif,  mulai dari Musrenbang desa, musrenbang kecamatan, dan forum lintas perangkat daerah yang baru seminggu yang lalu kita laksanakan bersama. Proses yang terasa panjang tersebut selain untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, juga untuk memberi ruang yang optimal bagi publik untuk berpartisipasi, sehingga dapat dihasilkan rencana kerja pemerintah daerah yang lebih berkualitas baik dari sisi substansi maupun legitimasi publik. ungkap Haji Jun sapaan akrabnya.

Ket.Foto: Kepala Bappeda Sumbawa Ir. Haji Junaidi, M.Si

“Upaya ini  diharapkan akan semakin meningkat dari tahun ke tahun,” harap Haji Jun.

Lanjut Haji Jun menyatakan bahwa,  Pendekatan perencanaan tahun ini secara substansial merupakan implementasi dari permendagri no 86 tahun 2017, dimana Musrenbang RKPD merupakan upaya membangun sinergiritas dari rancangan Renja perangkat daerah, musrenbang kecamatan dan pokok pokok pikiran anggota DPRD. Pemerintah Daerah mencoba untuk lebih mendekatkan perencanaan di tingkat kabupaten dengan harapan masyarakat. jelasnya.

Kendati demikian, pada perencanaan tahun 2022, Bappeda membawa rancangan awal rencana kerja perangkat daerah yang menjadi prioritas pembangunan daerah tahun 2022 sebagai bahan bermusyawarah di Musrenbang RKPD ini. Menurutnya, Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kepastian bahwa harapan masyarakat menjadi prioritas untuk masuk ke dalam RKPD 2022 hingga ke tahapan penyusunan RAPBD 2022 nantinya.

Untuk diketahui, Musrenbang tahun ini mengambil tema “pembangunan daerah yang inklusif dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat, percepatan pertumbuhan ekonomi dan menjaga kualitas infrastruktur” yang dimana dijabarkan dalam prioritas pembangunan. Paparnya.

Salah satunya, Kata Haji Jun yakni
1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dan pelayanan dasar,
2. Peningkatan ekonomi melalui pengembangan produk unggulan daerah dan ekonomi kreatif,
3. Reformasi birokrasi dan pelayanan publik,
4. Mewujudkan masyarakat sumbawa yang beriman,aman dan berbudaya,
5. Pengembangan infrastruktur wilayah dan konektivitas wilayah, dan
6. Pengelolaan lingkungan hidup, perubahan iklim dan mitigasi bencana.

Diungkapkannya, Prioritas-prioritas tersebut diformulasikan berdasarkan isu-isu strategis daerah yang muncul dari hasil evaluasi terhadap capaian-capaian pelaksanaan RPJMD 2016-2021 yang tertuang dalam RKPD 2020, serta estimasi target dalam RKPD 2022. Prioritas tersebut kemudian akan dijabarkan ke dalam program, kegiatan dan sub kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perangkat-perangkat daerah sesuai dengan tugas fungsi serta urusan yang diembannya. Mengingat peraturan daerah tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) saat ini masih dalam proses penyusunan sebagai penyesuaian terhadap tahapan pemilihan kepala daerah, maka prioritas yang kami jadikan rujukan dalam penyusunan rkpd 2022 adalah peraturan daerah nomor 31 tahun 2010 tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) kabupaten sumbawa 2005 – 2025. paparnya.

Kemudian, terang Haji Jun terkait penyelenggaraan Musrenbang RKPD 2022 hari ini, ada beberapa hal sebagai berikut.

Pertama yakni dasar hukum penyelenggaraan, dasar penyelenggaraan musrenbang yang merupakan rangkaian dari penyusunan rencana kerja pemerintah daerah 2022 antara lain yakni,
1. Undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional.
2. Undang undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.
3. Peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tatacara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah.
4. Peraturan pemerintah nomor 45 tahun 2017 tentang partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
5. Peraturan menteri dalam negeri nomor 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah, rencana pembangunan jangka menengah daerah, serta tata cara perubahan rencana pembangunan jangka panjang daerah, rencana pembangunan jangka menengah daerah, dan rencana kerja pemerintah daerah.
6. Peraturan menteri kesehatan nomor hk.01.07/menkes/382/2020 tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian covid-19.

Kedua yakni peserta – peserta yang kami undang dalam kegiatan ini berjumlah 20 orang yang terdiri dari delegasi kecamatan, unsur perangkat daerah, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur perguruan tinggi, penyandang disabilitas, forum anak, organisasi wanita, dan unsur dunia usaha. Ketiga, mekanisme penyelenggaraan memperhatikan kondisi pandemi covid-19.

Haji jun juga menambahkan bahwa, Musrembang kali ini dilaksanakan dalam jaringan (daring) dengan menggunakan aplikasi meeting virtual (zoom meeting). Secara fisik peserta dibagi dalam beberapa zona yaitu zona utama, zona prioritas dan zona peserta yang semuanya terhubung secara virtual melalui aplikasi meeting dalam jaringan.

Adapun rincian kegiatan secara garis besar terdiri dari dua sesi yaitu sesi pembukaan musrenbang yang akan diisi dengan penyampaian materi antara lain
1. Penyampaian pokok-pokok pikiran dprd kab. Sumbawa oleh ketua dprd.
2. Sambutan dan materi arah kebijakan pembangunan Provinsi NTB oleh kepala Bappeda Provinsi NTB.
3. Sambutan dan arahan bupati sumbawa, lanjut sesi kedua yang akan diisi dengan pemaparan kebijakan pembangunan pemerintah dan rancangan RKPD Kabupaten Sumbawa tahun 2022 dari masing-masing bidang koordinasi teknis Bappeda.

Ketiga, jadwal pelaksanaan pelaksanaan musrenbang ini akan berlangsung satu hari yaitu hari ini, Selasa (30/3) dari pukul 08.30 Wita sampai dengan pukul 16.00 Wita.

Keempat, keluaran pelaksanaan musrembang ini diharapkan akan menghasilkan keluaran berupa substansi prioritas rancangan akhir RKPD Tahun 2022 yang muatannya meliputi prioritas pembangunan daerah tahun anggaran 2022 beserta program, kegiatan, pagu indikatif, indikator dan target kinerja, serta lokasi dari rencana program dan kegiatan tersebut.

“Mengakhiri laporan ini, saya mohon perkenan bapak bupati pada waktunya nanti untuk membuka dan menyampaikan sambutan dan arahan untuk dijadikan masukan dan pedoman terhadap proses-proses selanjutnya,” tungkasnya. (IA-Ar/Dy)



  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)