Advocat Umaiyah Kembali Pertanyakan Kasus Penganiayaan Berat di Alas

  • Bagikan

Sumbawa, Infoaktualnews.com

Setelah beberapa bulan lalu melayangkan laporan pengaduan kepada Kapolri, Kapolda NTB maupun Kapolres Sumbawa, terkait lambannya proses penanganan penyidikan atas kasus dugaan tindak pidana penganiayaan berat terhadap korban Muh Saleh ABD yang terjadi September 2020 lalu di Kecamatan Alas yang melibatkan pelaku (tersangka) lelaki berinisial GA.

Hingga kini sudah hampir delapan bulan lamanya belum juga perkaranya dilimpahkan ke Pengadilan guna dapat diproses hukum, justru Advocat Dr Umaiyah SH MH selaku kuasa hukum khusus korban kembali mempertanyakan sudah sejauh mana penanganan dari kasus tersebut.

Doktor Umaiyah akrab Advocat senior NTB ini disapa melalui jaringan telepon seluler dari Mataram dalam keterangannya kepada awak media kembali mempertanyakan sejauh mana penanganan dari kasus tersebut, dan mengapa hal ini kami pertanyakan mengingat sudah hampir  delapan bulan  ini proses hukumnya ke Pengadilan belum juga dilakukan, ini sebagai akibat lambannya penanganan dari kasus tersebut, karena itu kami meminta agar aparat penegak hukum serius untuk menuntaskan, mengingat korban membutuhkan yang namanya keadilan hukum, ujarnya.

Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH., ketika dikonfirmasi awak media dirumah Manggis 7 Kejari Sumbawa terkait dengan kasus tindak pidana penganiayaan berat di Alas yang melibatkan tersangka lelaki GA itu, diakui sejauh ini terjadi bolak balik berkas perkara tahap pertama dari  penyidik Polsek Alas kepada tim JPU Kejari Sumbawa. dan beberapa hari lalu kami kembali menerima pengiriman berkas perkara tahap pertama dimaksud, dan kini tengah dilakukan pemeriksaan dan penelitian secara cermat atas sejumlah syarat formil maupun materielnya, guna melihat sudah sejauh mana kelengkapannya apakah telah sesuai ataukah telah terpenuhi sesuai dengan petunjuk Jaksa (P19) yang telah disampaikan sebelumnya.

Dari hasil pemeriksaan dan penelitian secara intensif sebelumnya atas berkas perkara tahap pertama dimaksud sambung, Fajrin Nurmansyah, SH., MH., Jaksa yang dipercayakan menangani kasus tersebut, memang masih ditemukan adanya sejumlah persyaratan formil maupun materiel yang perlu dilengkapi oleh penyidik Kepolisian Sektor Alas.

Terutama menyangkut soal ancaman pasal pidana yang disangkakan masih perlu ditambah dengan sejumlah pasal pidana berlapis (Alternatif), mengingat kasus penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Alas itu masuk dalam katagori penganiayaan berat.

Oleh karena itu dengan dikembalikan lagi berkas perkara tahap pertama tersebut, maka nanti akan terlihat dengan jelas apakah petunjuk Jaksa (P19) telah dipenuhi ataukah masih ada yang kurang, tunggu saja hasil penelitian yang dilakukan, kata Jaksa Fajrin. (IA-aM)







  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)