Kisruh PAN Sumbawa, Politisi Senior Jabir Angkat Suara!

  • Bagikan

Sumbawa, Infoaktualnews.com

Kisruh serta gonjang – ganjing di interna Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sumbawa, kian panas. Selain saling klaim kepemilikan kantor sekretariat yang berlokasi di Komplek Panto Daeng Sumbawa, ada dua kubu yakni kubu Muhammad Jabir, SH.,MH, (Ketua Pelaksana Harian DPD PAN Sumbawa, red) dan kubu Ahmad Fachri SH (Ketua DPD PAN Sumbawa, red) saling lapor melaporkan. Bahkan menantang sumpah pocong.

Sementara itu saat di konfirmasi awak  media, Jumat (21/5), terkait Soal Laporan dan Tantangan Ketua DPD PAN Sumbawa agar Muhammad Jabir SH,MH., Bersedia sama sama melakukan sumpah pocong bila jalur hukum sudah tidak bisa di tempuh. ungkapnya.

“Mari kita untuk saling membuka aturan aturan logika sungsang, (Mengutip kata Mochtar Ngabalin). Pemilik kebon di perkara penggarap yang baru datang, mestinya sebagai pimpinan partai harus lebih cermat dan hati – hati berkomentar di ranah publik. Karena kita sebagai etalase partai di publik, setiap ucapan dan bahasa tubuhpun diperhatikan orang.  saya sendiri sebagai pemilik dan tertera jelas namanya di sertifikat gak bicara di publik, namun saya  serahkan ke proses hukum untuk membuktikan kebenaran,” papar mantan Wabup Sumbawa Jabir.

Kendati sebagai senior yang sudah lama di partai ia bisa maklum kalau yuniornya baru belajar komentar di media. Untuk eksitkan jati diri, Namun sebaliknya kalau  salah statement dan tidak berbasis intelektual dan tidak mengakui sertifikat sebagai alat bukti kepemilikan yang diterbitkan oleh negara, terang Jabir sapa akrab politisi PAN.

Maka itu berimbas buruk ke nama baik partai yang di pimpin. Kalau bukan sertifikat masa pocong sebagai alat pembuktian, Pocong itu hanya lazim di gunakan dalam sinetron horor dan alam ghaib. cetus Jabir.

Lebih jauh Jabir menyatakan bahwa ia sebagai penasehat  partai  akan coba bimbing dan beri nasehat supaya lebih cermat dalam komentar di media jika membawa nama partai. Sebab akan tidak baik bagi perkembangan partai, apa lagi persoalan perselisihan maka akan berdampak buruk bagi partai di mata pemilih. ucapnya.

“Saya sebagai penasehat partai di DPW dan juga ketua pelaksana harian saya mengingatkan  di tengah masyarakat saat ini skeptis dan buruknya trust publik kepada partai dan anggota dewan. harusnya pimpinan partai menghindari management berpikir sungsang dgn mengeluarkan narasi pecat memecat, partai saat ini justru harus kerja keras merangkul semua pihak untuk tujuan besarkan partai,” tegas jabir.

Dijelaskan Jabir, terkait polemik sekretariat rumahnya  persis di belakang bangunan yang digunakan sebagai kantor, Itu kan bisa datang baik baik dan berbicara serta permisi minta ijin.  Karena kunci bangunan sekretariat tersebut satu satunya ada dipegang oleh saya. ujar jabir.

” Nah!  Ini langsung nyelonong bawa orang – orang berwajah seram tindakan mudah membangun narasi konflik dalam sebuah organisasi itu sama dengan sedang menyiapkan pocong atau kain kafan kematian partai Karena akan ditinggal pemilih. Karena rakyat tidak suka partai berselisih. Pemimpin itu hrs sibuk urus rakyat buka mempertontonkan hal-hal Yang kontra produktif,” papar jabir.

Politisi Senior PAN tersebut, Jabir Menegaskan bahwa, Ketua DPD saat ini menjadi ketua partai sudah semua tersedia. Dulu saat saya awal jadi ketua harus berjuang dan berkorban besar termasuk mampu menyediakan fasilitas untuk partai berkantor. Menurutnya, resiko bersedia jadi ketua DPD harus menunjukkan kemampuan bila perlu, bisa bikin kantor baru, Ia melepaskan DPD sebagai ketua DPD sekalipun belum ada serah terima.

Kendati juga, Dana partai masih utuh dan cukup banyak, akui Jabir,  Keuangan partai tidak ada yang dikelola pribadi, semua masuk kas dan bendahara partai. Kalau  seperti itu dengan semua kemudahan siapapun bisa jadi ketua partai. Ingat! di DPP juga menetapkan syarat seluruh Indonesia jika menjadi ketua DPD harus  sanggup adakan kantor partai dan itu ada fakta integritasnya untuk semua jenjang provinsi maupun kabupaten / Kota.

“Ya kita Ujilah saat ini kemampuan ketua DPD, Jangan istilah Sumbawa sate mereok no masang,” tutup politisi senior PAN tersebut. (IA-**)






  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)