Hebat!, Beras 169 Sumbawa Tembus Pasar Kaltim

  • Bagikan

Sumbawa, Infoaktualnews.com-

Salah satu komoditi agro pertanian yang menjadi andalan Kabupaten Sumbawa adalah beras, dengan hasil produksi padi petani setiap tahunnya berlimpah.

Sehingga tidaklah heran kalau Sumbawa kini dikenal sebagai gudang beras nasional dan bahkan telah mampu membantu program Moveoutnas Pemerintah melalui Perum Bulog dalam mempertahankan stock pangan nasional, dengan mengirim (suplay) sejumlah beras ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) guna membantu ketersediaan stock pasokan kebutuhan akan beras diwilayah tersebut.

Bahkan beras Sumbawa (beras 169) produksi UD Fajar Samudra Sumbawa kini mulai menembus pangsa pasar kota Balik Papan Kalimantan Timur, sebagaimana dijelaskan Direktur UD Fajar Samudra Sumbawa Zohran “Orek” dalam keterangan Persnya kepada awak media melalui jaringan telepon seluler dari Mataram, Kamis (17/6) menyatakan syukur alhamdulillah, karena produk unggulan beras 169 miliknya telah mendapat perhatian dari seorang pengusaha asal kota Balik Papan Kalimantan Timur di arena pasar lelang komoditi agro I yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Provinsi NTB yang berlangsung sehari di Aston Hotel Mataram.

“Beras 169 telah berhasil terjual sebanyak 25.000 kg kepada pihak pembeli (Pak Marwan) asal  kota Balikpapan Kalimantan Timur, sekaligus dilakukan kontrak kerjasama (MoU) pembelian, sehingga diharapkan kedepan dengan kerjasama yang terbangun ini,”

Maka diharapkan pengiriman beras 169 ke Kalimantan Timur akan terus berlanjut. Kendati dalam hal ini tentu kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Diskoperindag Kabupaten Sumbawa maupun Dinas Perdagangan Provinsi NTB. pungkas Orek akrab politisi Golkar ini disapa

Orek juga mengatakan dengan adanya penambahan kapasitas pabrik Rice Milling Unit modern (RMUM) milik UD. Fajar Samudra dengan menghasilkan beras 169 berkualitas premium ini menjadi salah satu upaya bersama untuk mendukung program ketahanan pangan di negeri tercinta ini khususnya di Kabupaten Sumbawa, karena itu mutu dan kualitas produksi yang dihasilkan menjadi prioritas, tukasnya.(IA-**)







  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)