BANDUNG, infoaktualnews.com – Kerja-kerja terukur Perhutani KPH Bandung Selatan guna mendongkrak produksi getah pinus berbuah manis.
Dari sisi volume, produksi getah pinus Perhutani Bandung Selatan berada diperingkat satu untuk seluruh struktur Perhutani se pulau Jawa.
” Keberhasilan berkat SDM perusahaan yang mumpuni, kerja tim berjalan dan keseriusan mensejahterakan penyadap getah pinus. Jangan main main dengan penyadap. Hak-haknya kita penuhi” tegas Nurul Anwar, Wakil Administratur Perhutani Bandung Selatan Wilayah Barat, di Bandung, Jumat (28/7/2023).
Ada berbagai benefit yang disodorkan perusahaan terhadap penyadap. Yaitu asuransi, pembayaran hasil sadapan secara tunai dan terobosan kebijakan melalui pembayaran uang muka kepada penyadap.
Luas wilayah hutan Perhutani Bandung Selatan mencapai 55.470 hektar lebih, 79 persen diantaranya merupakan hutan lindung demgan kategori kelas hutan perusahaan pinus.
Kendati demikian meski sumber dayanga melimpah, sebelumnya produksi getah pinus Perhutani Bandung Selstan belum optimal.
Namun dalam tiga tahun terakhir jumlah produksi getah pinus melejit. Kondisi ini menjadikan sektor getah pinus ampuh mendongkrak pendapatan perusahaan.
Disebutkan Nurul naiknya pendapatan disektor nok kayu getah pinus tidak hanya berimbas positif terhadap perusahaan tapi kesejahteraan penyadap.
” Penyadap lokal sampai 98 persen, ini jadi indikasi kerja jadi penyadap getah menjanjikan dari sisi penghasilan., ” tuturnya.
Tahun 2022 target pendapatan dari produksi getah pinus Perhutani Bandung Selatan terjadi surplus. Dari target 22,5 miliar rupiah realisasinya mencapai 27 miliar rupiah.
Untuk tahun 2023 target pendapatan getah pinus Perhutani Bandung Selatan naik diangka 23 miliar.
Tahun ini Perhutani Bandung Selatan kembali menancapkan prestasi gemilang, dimana satu semester semua kategori kelola hutan dadi indek kinerja nongkrong dirangking 1 untuk wilayah Perhutani diwilayah Jawa Barat dan Banten.
Bahkan untuk produksi getah pinus per 15 September 2023 proyeksi capaian bisa mencapai target hingga 100 persen.
Dilain sisi, menurut Nurul sekgor getah pinus juga sejalan dengan apa yang tengah digalakan pemerintah soal hilirisasi..
” Getah pinus diolah jadi bahan setengan jadi dan bahan jadi yaitu gondorukem dan terpentin kemudian diekspor. Jadi ini sejalan dengan program hilirisasi nya pak Presiden Jokowi. Kita tidak jual bahan baku tapi sudah hasil olahan, ” pungkasnya. (***)












