Batubara INFOAKTUALNEWS.COM – Program BPJS Kesehatan di Kabupaten Batubara mendadak menjadi topik panas di tengah kampanye Pilkada 2024. Calon Bupati nomor urut 3, Zahir, yang berpasangan dengan Aslam, menyampaikan janji yang menarik perhatian banyak warga.
Dalam kampanyenya, Zahir menjanjikan bahwa masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP, tanpa perlu menggunakan kartu BPJS. Namun, janji tersebut ditanggapi oleh Kepala Dinas Kesehatan Batubara, dr. Deni, yang memberikan klarifikasi penting soal implementasi Universal Health Coverage (UHC) di daerah tersebut.
Janji Zahir: KTP Sudah Cukup untuk Berobat
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Zahir menyatakan bahwa sebelum masa jabatannya berakhir pada Desember 2023, ia telah membuat kesepakatan dengan pihak BPJS.
Dalam kesepakatan itu, mulai 2024, masyarakat Batubara bisa berobat hanya dengan KTP, tanpa perlu menunjukkan kartu BPJS. Namun, Zahir mengatakan bahwa program ini hanya berlangsung selama tiga bulan karena dihentikan oleh Pj Bupati yang baru, dengan alasan anggaran dialihkan.
Zahir kemudian berjanji akan melanjutkan program tersebut jika ia kembali terpilih sebagai Bupati Batubara. “Kalau mau, pilih nomor 3,” ujarnya, disambut sorak-sorai tim suksesnya.
Klarifikasi dari Dinas Kesehatan: Program UHC dan Tantangan Anggaran
Kepala Dinas Kesehatan Batubara, dr. Deni, memberikan tanggapan yang berbeda terkait pernyataan Zahir. Ia menjelaskan bahwa program yang disebut Zahir adalah bagian dari UHC (Universal Health Coverage), yang memungkinkan masyarakat mengaktifkan BPJS hanya dengan KTP, tanpa memerlukan kartu fisik. Program ini dikenal dengan sistem Non Cut Off, di mana peserta BPJS bisa aktif dalam 1×24 jam.
Namun, menurut dr. Deni, ada syarat penting yang harus dipenuhi untuk tetap menjalankan program Non Cut Off ini, yakni 75% dari jumlah penduduk yang terdaftar sebagai peserta BPJS harus aktif. Pada awal 2024, program ini berjalan karena jumlah peserta aktif BPJS di Batubara mendekati 95%.
Namun, pada Maret 2024, angka ini turun menjadi sekitar 71-72%, sehingga program Non Cut Off tidak bisa dilanjutkan. Batubara kemudian kembali ke sistem Cut Off, di mana proses pengaktifan BPJS bisa memakan waktu hingga 14 hari,(IA/RF).












