SUMBAWA, infoaktualnews.com – Duka menyelimuti warga Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, di tengah suasana khusyuk bulan suci Ramadhan. Sebuah rumah milik warga bernama Samsun hangus dilalap api akibat diduga konsleting listrik pada Sabtu dini hari, 7 Maret 2026, sekitar pukul 02.00 WITA.
Peristiwa kebakaran yang terjadi saat sebagian besar warga sedang terlelap itu berlangsung begitu cepat. Api yang diduga berasal dari arus pendek listrik tiba-tiba membesar dan dengan cepat melalap seluruh bagian rumah. Dalam hitungan waktu singkat, rumah beserta seluruh isinya tak dapat diselamatkan.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut berusaha memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya. Mereka berupaya memadamkan kobaran api dan mencegahnya merembet ke bangunan lain. Namun besarnya api membuat rumah milik Samsun akhirnya hangus terbakar tanpa menyisakan barang yang dapat diselamatkan.
Selain Samsun sebagai pemilik rumah, musibah tersebut juga berdampak pada dua warga lainnya yakni Agus Marsudi dan M. Yasin yang turut merasakan dampak dari kejadian tersebut. Beruntung, dalam peristiwa itu tidak terdapat korban jiwa, meski kerugian material yang dialami korban diperkirakan cukup besar.
Mendapatkan kabar mengenai musibah tersebut, BAZNAS Kabupaten Sumbawa bergerak cepat turun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan kepada para korban pada hari yang sama.
Bantuan berupa paket sembako dan santunan uang tunai diserahkan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah tertimpa musibah, terlebih di bulan suci Ramadhan yang menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, didampingi Camat Moyo Hilir, Widodo, S.TP, kepada para korban di Desa Ngeru.
Dalam kesempatan tersebut, Syukri Rahmat menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa warga Desa Ngeru, apalagi peristiwa itu terjadi di tengah bulan suci Ramadhan saat umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa.
“Musibah ini terjadi di bulan suci Ramadhan, di saat masyarakat sedang memperbanyak ibadah. Kami tentu sangat prihatin atas kejadian yang menimpa saudara kita di Desa Ngeru ini. Semoga para korban diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS akan terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang tertimpa musibah dan membutuhkan uluran tangan.
“Bantuan yang kami serahkan hari ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban para korban yang kehilangan tempat tinggal serta harta benda akibat kebakaran ini,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Moyo Hilir, Widodo, S.TP, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa yang telah menunjukkan kepedulian dan respons cepat terhadap musibah yang menimpa warga Desa Ngeru.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Moyo Hilir, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa yang telah bergerak cepat membantu warga kami yang tertimpa musibah. Kehadiran BAZNAS tentu sangat membantu dan memberikan semangat bagi para korban,” ujarnya.
Widodo juga mengingatkan masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik di rumah.
“Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari,” katanya.
Ia berharap momentum bulan suci Ramadhan dapat semakin memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan kepedulian. Semoga musibah ini semakin memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong kita dalam membantu sesama,” tutupnya.
Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana haru. Para korban menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Sumbawa bersama Pemerintah Kecamatan Moyo Hilir.
Kehadiran BAZNAS dan pemerintah setempat di tengah masyarakat yang tertimpa musibah menjadi bukti nyata bahwa nilai kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan masih terus hidup di tengah masyarakat. Terlebih di bulan suci Ramadhan, ketika semangat berbagi dan membantu sesama semakin terasa kuat. (*)












