Alarm Bahaya Narkoba di Sekolah, Gubernur Miq Iqbal Siapkan Langkah Serius Selamat Generasi Muda

Sumbawa, Infoaktualnews.com – Peredaran gelap narkoba di lingkungan pendidikan kembali menjadi sorotan serius. Fenomena yang kian mengkhawatirkan ini menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun dan menjadi ancaman nyata bagi masa depan generasi muda di Kabupaten Sumbawa.

Di tengah upaya membangun generasi emas serta mempersiapkan masa depan daerah yang lebih maju dan berdaya saing, kenyataan pahit justru muncul dari dunia pendidikan. Sejumlah pelajar yang seharusnya fokus menuntut ilmu dan mengasah potensi diri justru terseret dalam lingkaran gelap penyalahgunaan narkotika.

Data resmi dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumbawa (BNNK Sumbawa) menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Angka pelajar yang harus menjalani rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 31 pelajar menjalani rehabilitasi di BNNK Sumbawa. Namun setahun kemudian, angka tersebut meningkat cukup signifikan. Pada tahun 2025, jumlah pelajar yang datang untuk menjalani proses pemulihan melonjak menjadi 46 orang.

Peningkatan ini tidak sekadar angka statistik semata. Di balik angka tersebut tersimpan potret nyata ancaman serius terhadap masa depan generasi muda Sumbawa. Jika tidak segera ditangani secara serius dan menyeluruh, kondisi ini dikhawatirkan dapat merusak fondasi pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Situasi semakin mengkhawatirkan ketika pada Desember 2025, BNN melakukan tes urin secara acak di sejumlah sekolah tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MAN di wilayah Sumbawa. Hasilnya pun cukup mencengangkan.

Dari sampel pelajar yang diperiksa, sebanyak 69 orang dinyatakan positif menggunakan narkoba. Angka tersebut menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkotika sudah merambah dunia pendidikan secara serius.

Dari total tersebut, 9 pelajar berasal dari tingkat SMP/MTs, sementara 60 pelajar lainnya berasal dari tingkat SMA/SMK/MAN. Data ini memperlihatkan bahwa penyalahgunaan narkotika tidak lagi mengenal batas usia maupun jenjang pendidikan.

Para remaja yang seharusnya berada pada masa produktif untuk belajar, mengembangkan bakat, serta membangun cita-cita masa depan justru terjerumus dalam praktik berbahaya yang dapat merusak masa depan mereka sendiri.

Kunjungan Gubernur Miq Iqbal di SLBN 1 Sumbawa

Kondisi ini pun mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Saat melakukan kunjungan Safari Ramadhan 1447 H / 2026 di Kabupaten Sumbawa, Kamis (12/3),  Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan bahwa persoalan narkoba yang menyasar lingkungan pendidikan harus ditangani secara serius dan terpadu.

Di sela-sela kunjungan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu mengakui bahwa saat ini proses pengisian jabatan di sektor pendidikan baru saja selesai dilakukan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan langkah strategis dalam menghadapi persoalan narkoba di kalangan pelajar.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat fenomena meningkatnya penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

“Kami akan membahas persoalan ini di tingkat Forkopimda bersama Kapolda dan BNN. Fenomena meningkatnya penggunaan narkoba di Nusa Tenggara Barat sudah mulai terlihat dan harus segera diantisipasi secara serius,” tegas Miq Iqbal.

Ia menambahkan bahwa pendekatan penanganan terhadap pelajar yang terlanjur terpapar narkoba harus mengedepankan aspek kemanusiaan dan pemulihan.

Artinya, bagi para pelajar yang sudah terlanjur terjerumus, langkah rehabilitasi harus menjadi prioritas. Menurutnya, upaya menghentikan penyalahgunaan saja tidak cukup tanpa adanya proses pemulihan yang menyeluruh.

“Kita harus melakukan pendekatan terlebih dahulu. Bagi yang sudah terlanjur menggunakan narkoba harus diberikan kesempatan untuk direhabilitasi, bukan hanya sekadar dihentikan,” ungkapnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB juga berencana memperkuat upaya pencegahan di lingkungan sekolah. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memberikan pembekalan khusus kepada para kepala sekolah agar lebih peka terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.

“Insha’Allah kami akan memberikan pembekalan khusus kepada seluruh kepala sekolah agar memiliki kesadaran dan kemampuan dalam mengantisipasi serta mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta membangun kesadaran bersama di lingkungan pendidikan bahwa perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab semua pihak.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pihak sekolah, serta masyarakat, diharapkan generasi muda Sumbawa dapat diselamatkan dari ancaman narkoba yang semakin mengintai.

Karena pada akhirnya, masa depan daerah ini sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya hari ini. Jika generasi muda terjerumus dalam narkoba, maka yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan individu, tetapi juga masa depan daerah dan bangsa. (IA)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)