DPRD Sumbawa Soroti Tambang Elang Dodo Rinti, Juliansyah: Prioritas Tenaga Kerja Lokal dan Perlindungan Wilayah Terdampak

Sumbawa, infoaktualnews.com Rencana kehadiran tambang Elang Dodo Rinti yang akan digarap oleh PT Amman Mineral mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk kalangan legislatif.

Politisi Partai Demokrat sekaligus Anggota Komisi II DPRD Sumbawa, Juliansyah, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar agar kehadiran investasi tersebut benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah terdampak di Kecamatan Ropang, ungkapnya, Senin (27/4).

Juliansyah menilai, masuknya investasi sektor pertambangan di wilayah selatan Sumbawa merupakan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa perusahaan harus memiliki komitmen kuat terhadap tanggung jawab sosial, terutama dalam memperhatikan masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang.

“Ini peluang besar, tapi jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Wilayah terdampak harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan perusahaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, wakil rakyat yang akrab disapa Jul ini menekankan pentingnya kebijakan perekrutan tenaga kerja yang berpihak kepada generasi muda lokal. Ia berharap perusahaan tidak hanya membuka lapangan pekerjaan secara umum, tetapi juga memberikan kesempatan luas bagi putra-putri daerah, khususnya dari Kecamatan Ropang dan wilayah selatan lainnya.

Menurutnya, selama ini tantangan utama yang dihadapi masyarakat lokal adalah keterbatasan pengalaman kerja, sementara perusahaan cenderung menetapkan standar tinggi dalam proses rekrutmen. Hal ini dinilai berpotensi menutup peluang bagi lulusan baru yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang.

“Jangan sampai ada standar yang tidak relevan dengan kondisi daerah. Banyak anak muda kita baru lulus kuliah, tapi mereka punya semangat dan kemampuan. Ini yang harus diberi ruang,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Juliansyah juga mendorong peran aktif Pemerintah Daerah, khususnya melalui Balai Latihan Kerja (BLK), untuk mempersiapkan sumber daya manusia lokal agar siap bersaing di dunia industri pertambangan. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan sangat penting dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai kebutuhan industri.

“Kami berharap BLK bisa lebih optimal. Fasilitasi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri tambang, sehingga masyarakat lokal tidak hanya siap, tapi juga unggul,” tambahnya.

Ia juga menyinggung bahwa meskipun PT Amman Mineral telah menjalin kerja sama dengan BLK dalam program pelatihan, namun implementasinya dinilai belum sepenuhnya menyentuh prioritas wilayah terdampak secara maksimal. Oleh karena itu, ia meminta adanya evaluasi dan penyesuaian agar program tersebut lebih tepat sasaran.

Secara khusus, Juliansyah menegaskan bahwa Kecamatan Ropang sebagai wilayah utama terdampak harus mendapatkan perhatian khusus, baik dari sisi pemberdayaan ekonomi, peluang kerja, maupun pembangunan sosial.

“Ropang harus jadi prioritas. Jangan hanya menjadi simbol wilayah tambang tanpa merasakan manfaatnya secara langsung,” tegasnya lagi.

Di akhir pernyataannya, ia berharap kehadiran tambang Elang Dodo Rinti benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat, bukan hanya sekadar proyek investasi semata.

“Kami ingin tambang ini membawa perubahan nyata. Masyarakat harus merasakan dampak positifnya, terutama mereka yang berada di lingkar tambang,” tutupnya. (IA)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)