Sumbawa, infoaktualnews.com — DPRD Kabupaten Sumbawa menyampaikan Laporan Hasil Reses I Tahun 2026 dalam rapat paripurna, Selasa (28/4).
Laporan tersebut dibacakan oleh anggota DPRD, Syamsul Hidayat, S.E., M.Si, yang memuat hasil penjaringan aspirasi masyarakat dari lima daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan reses dilaksanakan pada 10 hingga 13 Februari 2026 sebagai bagian dari kewajiban anggota DPRD untuk bertemu konstituen secara rutin dalam setiap masa reses. Hasil penjaringan aspirasi tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam penyusunan Pokok-Pokok Pikiran DPRD yang terintegrasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
“Reses adalah kunjungan kerja secara berkala yang merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu dengan konstituennya secara rutin pada setiap masa reses,” ujar Syamsul Hidayat saat membacakan laporan.
A. Bidang Fisik, Sarana, dan Prasarana
Aspirasi di bidang fisik didominasi kebutuhan pembangunan dan peningkatan infrastruktur, khususnya jalan usaha tani (JUT) yang tersebar di berbagai wilayah. Beberapa di antaranya berada di Dusun Abadi (Desa Gapit), Dusun Jotang Bawah, Dusun Sendi (Desa Mata), Dusun Karang Agung (Desa Suka Damai), Dusun Ai Kerang, Desa Labuhan Kuris, hingga JUT Desa Mokong, Lantung, Sepukur, Nijang, Karang Dima, serta Orong Galuning di Dusun Ketanga Desa Sebasang.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan rabat jalan produksi pertanian seperti di Dusun Bangkong Desa Karang Dima, pembangunan hotmix di Desa Sabedo dan Bale Berang, serta perbaikan jalan lingkungan di sejumlah titik seperti Kelurahan Lempeh, Desa Sabedo, Desa Lamenta, Desa Jotang Beru, hingga Desa Labuhan Kuris.
Kebutuhan lainnya meliputi pembangunan talud dan bronjong penahan tebing di wilayah Batulanteh, Sepukur, hingga Dusun Trujung, normalisasi sungai seperti Tiu Nangka dan Sungai Labosa di Desa Labuhan Jambu, serta penyediaan air bersih melalui jaringan perpipaan dan sumur bor. Fasilitas umum seperti lampu penerangan jalan, balai pertemuan, jaringan internet, hingga rumah layak huni juga menjadi bagian dari aspirasi masyarakat.
“Bidang fisik, sarana, dan prasarana merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam hasil tatap muka dengan konstituen di masing-masing daerah pemilihan,” kata Syamsul Hidayat.
B. Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan
Pada sektor ekonomi, aspirasi masyarakat berfokus pada penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Usulan mencakup pengadaan alat dan mesin pertanian seperti hand traktor, combine harvester, dan pompa air, serta penyediaan bibit ternak unggul seperti sapi Bali, kuda, dan kambing etawa.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan ketersediaan pupuk serta stabilitas harga gabah dan jagung sebagai faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian.
Di sektor perikanan, aspirasi mencakup bantuan mesin ketinting, jaring bagang, perahu sampan, hingga sarana penjemuran ikan dan budidaya perikanan. Sementara itu, pemberdayaan UMKM dan kelompok perempuan diarahkan pada bantuan modal usaha “bakulan” serta pengadaan peralatan usaha seperti menjahit, perbengkelan, hingga catering.
Permasalahan energi juga menjadi perhatian, khususnya kelangkaan LPG 3 kilogram di wilayah Desa Juru Mapin, Dalam Alas, Mokong, Kukin, serta Kecamatan Labuhan Badas yang diharapkan dapat diatasi melalui penambahan kuota.
“Aspirasi masyarakat diklasifikasikan ke dalam bidang ekonomi dan pemberdayaan yang mencakup sektor pertanian, perikanan, serta penguatan usaha masyarakat,” ujar Syamsul Hidayat.
C. Bidang Pendidikan, Sosial Budaya, dan Kesehatan
Di bidang pendidikan, masyarakat mengusulkan pemberian beasiswa pendidikan, pengadaan laboratorium komputer, sarana olahraga, serta perbaikan ruang kelas di sejumlah sekolah seperti SDN Prode SP 1, SDN Hijrah, dan PAUD di wilayah Kelurahan Seketeng.
Pada sektor kesehatan, aspirasi mencakup penambahan alat kesehatan di puskesmas dan pustu, rehabilitasi fasilitas kesehatan seperti Pustu Desa Lito dan Semamung, serta peningkatan kesejahteraan dan kedisiplinan tenaga kesehatan di tingkat dusun.
Sementara itu, pada aspek sosial dan religi, masyarakat mengusulkan rehabilitasi masjid dan mushalla di berbagai wilayah seperti Desa Pungkit, Desa Nijang, Desa Karang Dima, hingga Desa Labuhan Kuris. Selain itu, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan bantuan perlengkapan jenazah, sound system, serta kejelasan honor imam masjid dan guru ngaji.
Verifikasi data bantuan sosial seperti BPJS dan KIP juga menjadi perhatian agar tepat sasaran. Di sektor pariwisata, masyarakat mengusulkan pengembangan wisata hiu paus di Labuan Jambu melalui penyediaan sarana pendukung seperti speedboat, kano, dan sertifikasi pendamping wisata.
“Seluruh aspirasi masyarakat yang diperoleh dari hasil reses ini telah dihimpun dan dituangkan dalam laporan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen resmi,” kata Syamsul Hidayat.
Selain menghimpun aspirasi, DPRD juga memberikan sejumlah catatan kepada pemerintah daerah, di antaranya percepatan proses Survey Investigation Design (SID) untuk proyek infrastruktur, prioritas pembangunan talud dan bronjong sebagai mitigasi bencana, serta perlunya validasi data kemiskinan untuk memastikan program bantuan tepat sasaran.
Pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar, seperti perbaikan layanan air bersih PDAM, penanganan wilayah blank spot seperti di Desa Mokong, serta memastikan fasilitas publik ramah terhadap penyandang disabilitas.
“Kepada pemerintah daerah dan OPD terkait diharapkan dapat mengakomodir usulan-usulan prioritas ini dalam rencana kerja pemerintah daerah tahun mendatang dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi dan ketepatan sasaran,” tegas Syamsul Hidayat.
DPRD menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun dari lima daerah pemilihan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian dalam penyusunan APBD tahun rencana, sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami berharap laporan hasil reses ini dapat diperhatikan untuk dapat diakomodir dalam rangkaian penyusunan APBD tahun rencana,” ujarnya. (*)










